Friday, June 5, 2026
home_banner_first
BUDAYA

Pentas Seni Pasada Uhur Gaungkan Pelestarian Budaya dan Literasi Simalungun 2025

Mistar.idMinggu, 30 November 2025 19.39
JS
IH
pentas_seni_pasada_uhur_gaungkan_pelestarian_budaya_dan_literasi_simalungun_2025

Para undangan menghadiri kegiatan Pentas Seni Budaya Simalungun di Lapangan Panei Tongah. (foto:dokpanitia/mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID

Rumah Baca Pelita Bangsa kembali menunjukkan kiprahnya sebagai motor penggerak literasi berbasis budaya melalui penyelenggaraan Pentas Seni Budaya Simalungun bertajuk “Pasada Uhur Marbudaya Simalungun” di Lapangan Panei Tongah, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, Minggu (30/11/2025).

Tidak sekadar pertunjukan seni, kegiatan ini menjadi ruang belajar kolaboratif yang menghubungkan literasi, ekspresi seni, dan penguatan identitas budaya lokal. Pentas seni yang mengusung tema kebudayaan Simalungun tersebut menghadirkan tiga rangkaian utama, yaitu lomba tor–tor, lomba fashion show, serta penampilan musik tradisional dan akustik oleh seniman lokal.

Perpaduan seni tradisi dan musik edukatif menciptakan suasana yang hidup sekaligus menegaskan kekayaan budaya daerah.

Founder Rumah Baca Pelita Bangsa, Frans Sipayung, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat membangun generasi muda yang cerdas sekaligus berakar pada nilai-nilai budaya.

“Budaya adalah identitas, literasi adalah jembatan masa depan. Ketika keduanya bertemu, lahirlah generasi yang bukan hanya cerdas membaca, tetapi juga bangga pada akar budayanya,” ujarnya.

Ketua panitia, Tesalonika Hutabarat, dalam sambutannya menilai pentas seni ini sebagai wadah yang mempertemukan kreativitas, pendidikan budaya, dan kebersamaan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang ekspresi bagi pelajar, pemuda, dan masyarakat umum, sekaligus mempererat rasa persaudaraan dalam memajukan budaya daerah,” katanya.

Keberhasilan acara ini turut ditopang oleh dukungan berbagai pihak, di antaranya BPJS Ketenagakerjaan, Dinas Pertanian Simalungun, Polsek Panei Tongah, Danramil, Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata, Kejaksaan Negeri Simalungun, dan perwakilan bupati dari Dinas Kominfo. Dukungan organisasi mahasiswa seperti KSPM, GMKI, GAMKI, GMMUR, PMKRI, GMNI serta pemuda PESPA juga memperlihatkan kuatnya kolaborasi lintas komunitas.

Rumah Baca Pelita Bangsa juga menyampaikan apresiasi kepada relawan, guru pembimbing seni, media partner, orang tua peserta, dan masyarakat yang konsisten menjaga nyala literasi budaya. Semangat kolektif ini dinilai menjadi modal penting dalam memperluas ruang pembelajaran berbasis budaya di Simalungun.

Frans menambahkan, pihaknya berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda berkelanjutan demi memperkuat kecintaan generasi muda terhadap tradisi lokal. “Mari tetap pasada uhur menjaga warisan budaya kita,” katanya. (hm16)