-1.7 C
New York
Sunday, February 25, 2024

Wajib Waspada, ada 3 Modus Penipuan Ketika Musim Liburan

Jakarta, MISTAR.ID

Saat musim liburan, banyak orang ingin pergi ke destinasi wisata yang didambakan baik bersama keluarga maupun sahabat.

Namun menurut Peneliti Kaspersky, jika situasi itu ini bisa dimanfaatkan penipu dalam melakukan aksinya, sehingga perlu diwaspadai.

Dalam siaran pers, pada Senin (10/7/23), Pakar Kaspersky mengungkapkan ada 3 modus operandi penipuan umum yang digunakan untuk memperdayai korbannya.

Baca juga: Dua Wanita Kembar Tersangka Penipuan iPhone Senilai Rp35 M Diduga Melakukan Pencucian Uang

Penipuan Tiket

Banyak situs penipuan menawarkan tiket pesawat murah ditemukan Peneliti Kaspersky . Halaman ditampilkan dengan baik dan kerap meniru layanan maskapai penerbangan dan agregator tiket terkenal. Juga menampilkan detail penerbangan nyata.

Bukannya mengirimkan tiket yang dijanjikan, penipuan ini hanya mencuri uang dan mengeksploitasi informasi pribadi anda untuk tujuan berbahaya.

Penipuan Akomodasi

Baca juga: Meriahkan Liburan Sekolah, Ada Safari Literasi Sumut 2023 di Toba Caldera Resort

Bentuk penipuan akomodasi yang umum adalah pendaftaran online palsu untuk penyewaan tempat inap atau apartemen.

Mereka membuat iklan yang menarik di platform populer, dengan memajang foto-terbaik dan harga murah ditawarkan pada wisatawan. Setelah melakukan pemesanan dan pembayaran ditransfer, ternyata akomodasi yang dijanjikan palsu.

Penipu membuat situs web palsu meniru platform pemesanan hotel yang legal. Situs web itu sering meminta pengguna untuk masuk menggunakan Facebook atau Google.

Ini membuat penipu bisa mendapatkan akses tidak sah ke media sosial (medsos) atau akun email korban, sehingga terjadi pencurian identitas, transaksi tidak sah dan tindakan berbahaya lainnya.

Baca juga: 6 Cara Menjaga Berat Badan Saat Liburan Sekolah

Penipuan Survei dan Giveaway

Cara penipu dengan membuat situs web palsu atau mengirim email yang mengklaim jika yang berpartisipasi dapat memperoleh hadiah besar, dengan menyelesaikan survei yang berkaitan dengan traveling.

Survei dibuat bertujuan mengumpulkan informasi pribadi, seperti nama, alamat, nomor telepon, bahkan data keuangan, dengan modus persyaratan kelayakan atau pembagian hadiah.

Selain itu, survei biasanya diakhiri dengan permintaan membagikan kembali situs itu pada teman-teman agar mereka juga dapat menerima hadiah. Korbannya dijadikan alat menyebarkan penipuan lebih lanjut.

Baca juga: Penipuan Lewat Medsos Marak, Ketua MPR Sarankan Polri Siapkan Posko Pengaduan

Pakar keamanan Kaspersky, Olga Svistunova mengatakan, perlu bagi wisatawan agar bersikap waspada waspada dan teliti saat melakukan perjalanan online.

“Wisatawan disarankan membaca informasi dari sumber terpercaya agar menerima gambaran terkait pengalaman wisatawan lain. Juga mengetahui potensi bahaya yang mungkin terjadi. Kemudian, memakai solusi keamanan terpercaya seperti Kaspersky Premium,” kata Olga. (antara/hm16)

Related Articles

Latest Articles