5.1 C
New York
Friday, February 23, 2024

Siswa Kurang Mampu Asal Indonesia Jago Matematika

MISTAR.ID

Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) menyebutkan jika siswa kurang mampu asal Indonesia lebih jago matematika. Ini diketahui setelah dilakukan survei Programme for International Student Assessment (PISA) selama 2022.

Hasil data menunjukkan sekitar 15% siswa kurang mampu di Indonesia mampu memperoleh nilai kinerja matematika pada kuartal teratas (rata-rata OECD: 10%). Artinya, siswa tersebut memiliki keunggulan secara akademis.

“Adapun kualitas kompetensi matematika siswa di Indonesia secara dominan diungguli oleh siswa perempuan. Dalam matematika, siswa perempuan memperoleh 23 poin lebih tinggi daripada siswa laki-laki,” kata perwakilan PISA dalam keterangan resminya, Kamis (7/12/23).

Ringkasan Hasil PISA Indonesia 2022:

  • Skor rata-rata Indonesia pada kompetensi sains adalah 383 poin (skor rata-rata OECD adalah 476 poin).
  • Skor rata-rata Indonesia pada kompetensi literasi adalah 359 poin (skor rata-rata OECD adalah 476 poin).
  • Skor rata-rata Indonesia pada kompetensi sains adalah 366 poin (skor rata-rata OECD adalah 472 poin).

Baca juga: Dinas Pendidikan Sumut: Perkuat Karakter Siswa di Tengah Tragedi

  • Sebanyak 43% siswa Indonesia berada di posisi dunia terbawah dalam skala sosio-ekonomi. Artinya siswa Indonesia yang mengikuti survei PISA ini dominan berasal dari keluarga kurang mampu.
  • Sebanyak 15% siswa di Indonesia yang termasuk golongan kurang mampu memperoleh nilai kinerja matematika pada kuartal teratas (rata-rata OECD: 10%).
  • Siswa perempuan Indonesia lebih unggul dalam hal literasi dan matematika. Dimana, nilainya lebih unggul 6 poin untuk matematika dan 23 poin untuk membaca.
  • Sebanyak 60% siswa di Indonesia melaporkan bahwa gedung sekolah mereka ditutup selama lebih dari tiga bulan karena COVID-19. Secara global, 51% siswa mengalami penutupan sekolah dalam jangka waktu yang sama.

Baca juga: Hadiri Seminar Pendidikan, Plt Bupati Langkat: Kami Membuat Program 1 Desa 5 Sarjana

  • Sebanyak 85% siswa Indonesia melaporkan bahwa mereka telah mengikuti pendidikan pra-sekolah dasar selama satu tahun atau lebih (rata-rata OECD: 94%).
  • Sebanyak 12% siswa di Indonesia melaporkan bahwa mereka pernah mengulang kelas setidaknya satu kali (rata-rata OECD: 9%) setelah masuk SD. (detik/hm20)

Related Articles

Latest Articles