5.4 C
New York
Saturday, March 2, 2024

Tak Ingin Ditinggalkan Remaja, Facebook akan Bermutasi Mirip TikTok

Jakarta, MISTAR.ID
Menggaet pengguna dari kalangan muda terbilang sulit bagi Facebook, terlebih kini banyak pesaing anyar di jagat media sosial. Hasilnya survey menunjukan hanya 32 persen remaja yang masih menggunakan Facebook. Angka ini jauh menurun ketimbang survei sebelumnya pada 2014-2015 yang mencapai angka 71 persen.

Tak ingin lebih larut ditinggalkan remaja, Facebook membuat format baru. Facebook akan berusaha berubah menjadi menarik lagi bagi pengguna menggunakan cara yang mirip digunakan TikTok.

Facebook pada medio 2000-an dianggap keren karena menjadi pintu awal masuknya banyak khalayak ke media sosial, terutama remaja.

Kini Facebook, yang sudah mengakuisisi Instagram pada 2012, malah ditinggal remaja. Biang keladinya adalah TikTok yang menawarkan sesuatu tak dimiliki Facebook.

Baca juga:Kelompok Anti Vaksin di AS Mulai Gunakan Instagram dan Facebook

Facebook lantas mengubah haluan, membuat News Feed yang tadinya berisi tentang teman dan keluarga, menjadi menunjukkan konten hiburan dari orang-orang berdasarkan algoritma dan rekomendasi Artificial Intelligence (AI).

Cara ini menyerupai umpan For Yor Page (FYP) besutan TikTok.

Dorongan ‘Discovery Engine’ baru ini adalah siasat menjadi lebih seperti TikTok, untuk menggaet perhatian generasi muda ke Facebook.

Untuk membuat Facebook dan Instagram lebih seperti TikTok, Meta akan melayani pengguna lebih banyak konten menggunakan AI, dikutip The Verge.

Dikutip Peta Pixel, Instagram dan Facebook akan menampilkan lebih banyak posting dari akun yang tidak diikuti pengguna.

Hal ini sesuai arahan CEO Meta Mark Zuckerberg yang ingin menampilkan “lebih dari dua kali lipat” jumlah konten “yang direkomendasikan” di News Feed pengguna pada tahun depan.

Selama panggilan pendapatan kuartal kedua Meta pada hari Rabu, Zuckerberg mengungkap saat ini sekitar 15 persen konten yang ditampilkan kepada pengguna Facebook di feed mereka direkomendasikan oleh algoritmanya.

Namun Zuckerberg mengklaim jumlah ini akan meningkat menjadi lebih dari 30 persen pada akhir 2023.

“Umpan sosial berubah dari didorong terutama oleh orang dan akun yang Anda ikuti menjadi semakin didorong oleh AI yang merekomendasikan konten yang menurut Anda menarik dari Facebook dan Instagram, bahkan jika Anda tidak mengikuti pembuatnya,” kata Zuckerberg .

Baca juga:Kominfo Ancam Blokir Google, Facebook, WhatsApp Hingga Instagram

“Ketika AI kami menemukan konten tambahan yang menurut orang menarik, yang meningkatkan keterlibatan dan kualitas umpan kami,” lanjutnya.

Sebelumnya, Facebook dilaporkan kian ditinggalkan kalangan remaja karena citranya yang negatif. Hal itu berdasarkan survei Pew Research Center tentang remaja, teknologi, dan media sosial yang digelar pada 14 April-4 Mei dan diterbitkan pada 8 Agustus.

Respondennya mencakup 1.316 warga AS berusia 13 hingga 17 tahun sambil membandingkannya dengan kondisi pada 2014-2015. (cnn/hm06)

 

Related Articles

Latest Articles