10.5 C
New York
Sunday, March 3, 2024

Bupati Simalungun ‘Bolak Balik’ ke Jakarta, Samrin: Hasilnya Untuk Bangun Jalan Dikalikan Nol

Simalungun, MISTAR.ID

Masyarakat Simalungun bisa dibilang sangat “terpukul” setelah mengetahui dana transfer pemerintah pusat tahun anggaran 2023 untuk kebutuhan pembangunan Simalungun turun sebesar Rp95 miliar dari asumsi anggaran tahun 2022.

Hal ini membuat Wakil Ketua DPRD Simalungun Samrin Girsang sangat kecewa sembari menyampaikan kritik pedas terhadap kinerja Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga.

Di ruang kerjanya, Selasa (22/11/22) kepada wartawan dia menyampaikan kekecewaanya itu.

Baca Juga:Soal “Anggaran Copy Paste” yang Disebut Gerindra, Begini Penjelasan Bupati Simalungun

Padahal kata politisi PDIP itu, Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga sudah bolak-balik ke Jakarta dengan alasan untuk meloby kementerian dengan harapan agar di tahun anggaran 2023 akan memperoleh anggaran lebih besar dibanding tahun 2022.

Ternyata hasilnya, imbuh Samrin, kunjungannya itu tidak maksimal, karena dalam kenyataannya Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN untuk Kabupaten Simalungun malah terjadi pengurangan transfer sebesar Rp95 miliar.

Pengurangan dana transfer ini kata Ketua PDIP Simalungun itu sebagai bukti ketidakmampuan Pemkab Simalungun dalam mengomunikasikan kebutuhan pembangunan yang mendesak kepada pemerintahan atasan.

“Pemkab Simalungun dalam hal ini bupati seharusnya mampu mengomunikasikan kebutuhan Kabupaten Simalungun ke pemerintah atasan,” ujar Samrin.

Menanggapi pos anggaran apa saja yang berkurang? Dengan nada kesal Samrin membeberkan, justru anggaran yang sangat fital dan kebutuhan mendesak untuk membangun Simalungun, yakni untuk pembangunan jalan.

Di antaranya DAK Fisik Bidang Jalan/Reguler Jalan Simalungun tahun anggaran 2023 tidak mendapat sepeserpun alias Rp0, padahal tahun 2022 Simalungun mendapat transfer Rp17,898 miliar.

Baca Juga:Soal Pilpanag, Gerindra Tuding Bupati Simalungun Cederai Hak Demokrasi Rakyat

Begitu juga DAK Fisik Jalan/Penugasan Jalan tidak mendapatkannya alias Rp0, padahal tahun 2022 Simalungun memperoleh dana transfer sebesar Rp35,968 miliar.

Sambil tersenyum, Samrin mengatakan, hal ini sebagai bukti bahwa kunjungan bupati yang bolak-balik ke Jakarta menggunakan anggaran APBD ternyata hasilnya dikalikan nol.

“Bolak-balik ke Jakarta, Bupati Simalungun hasilnya dikalikan nol,” ujar Samrin.

Nilai transfer nol rupiah di dua item anggaran untuk pembangunan jalan ini totalnya sudah sekitar Rp54 miliar dari total pengurangan transfer yang Rp95 miliar.

Sedangkan pengurangan dana transfer lainnya terjadi di beberapa pos anggaran, salah satunya di Dana Bagi Hasil atau DBH PBB. Kalau tahun 2022 Rp60,7 miliar lebih, tapi di tahun 2023 ini menjadi sekitar Rp49,4 miliar lebih atau berkurang sekitar Rp11,2 miliar lebih.(maris/roland/hm12)

Related Articles

Latest Articles