Pengelola Pantai Pasir Putih Parparean Minta Pemkab Toba Edukasi Pelaku Wisata

Objek Wisata Pantai Pasir Putih Parparean, Kecamatan Porsea. (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dinilai sangat dibutuhkan dalam pengelolaan Pantai Pasir Putih Parparean, Kecamatan Porsea, guna menciptakan kenyamanan bagi wisatawan yang datang berkunjung.
Salah seorang pengelola pantai, Herbet Napitupulu, mengatakan objek wisata yang cukup dikenal dan diminati wisatawan tersebut memerlukan kehadiran pemerintah untuk mengedukasi masyarakat agar memiliki kesadaran wisata.
“Salah satu yang harus diedukasi adalah kesadaran pelaku wisata atau pengelola pantai terkait penerapan keseragaman harga. Dampaknya, di mana pun wisatawan duduk, mereka tetap dapat memesan makanan dari pengelola lainnya. Demikian juga harga sewa joglo harus seragam dan jangan saling menjatuhkan,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).
Ia menambahkan, sistem pengelolaan tarif masuk ke kawasan pantai juga perlu diakomodasi oleh Pemkab Toba melalui dinas terkait guna memberikan kenyamanan bagi wisatawan agar terus datang secara berkelanjutan.
“Menurut saya, tarif masuk pantai bisa dikenakan Rp10.000 per orang yang dibagi dalam lima item, masing-masing Rp2.000, seperti biaya parkir, kamar mandi, kebersihan untuk sadar wisata, asuransi, dan untuk dinas terkait sebagai pengelola,” katanya.
Herbet menjelaskan, lewat sistem seluruh pengunjung dapat memanfaatkan fasilitas parkir dan kamar mandi tanpa biaya tambahan. Selain itu, petugas kebersihan juga dapat bekerja lebih maksimal karena sistem pengelolaan sudah jelas.
“Poin kelima untuk asuransi diperuntukkan bagi wisatawan yang kemungkinan mengalami musibah atau kecelakaan saat berwisata. Seperti beberapa waktu lalu ada pengunjung yang kakinya terluka akibat terkena kerang air tawar saat berenang. Bahkan jika ada yang hanyut atau tenggelam, seharusnya mendapat perlindungan asuransi,” tuturnya.
Menurut Herbet, jika sistem tersebut diterapkan, Pantai Pasir Putih Parparean diyakini akan semakin diminati wisatawan karena faktor kenyamanan dan keselamatan pengunjung lebih terjamin.
Ia juga berharap ide tersebut dapat menjadi perhatian Bupati Toba dan Disbudpar Toba demi pengembangan objek wisata di kawasan Danau Toba.























