Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
WISATA

Okupansi Hotel di Sumut Tembus 95 Persen, PHRI Optimistis Tren Berlanjut

Mistar.idRabu, 1 April 2026 10.52
AN
AA
okupansi_hotel_di_sumut_tembus_95_persen_phri_optimistis_tren_berlanjut

Ilustrasi industri perhotelan. (Foto: Jibi)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Sektor perhotelan di Sumatera Utara (Sumut) mencatatkan performa gemilang selama masa libur Idulfitri 2026. Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPD Sumut melaporkan tingkat hunian kamar atau okupansi melampaui target awal, bahkan menunjukkan pemulihan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Ketua PHRI BPD Sumut, Melky Maydiroy Waas, mengungkapkan rata-rata tingkat hunian pada hari puncak (peak days) berada di kisaran 85 persen hingga 95 persen. Angka ini merupakan lompatan besar dibandingkan tahun 2025 yang sempat terkoreksi hingga 20 persen akibat penurunan daya beli masyarakat.

Wisata alam masih menjadi magnet utama bagi para pelancong di Sumut. Wilayah Parapat (Danau Toba) dan Berastagi mencatatkan rekor tertinggi dengan okupansi menyentuh angka 90 persen hingga 100 persen. Namun, fenomena menarik juga terjadi di pusat kota.

"Kota Medan mengalami peningkatan okupansi ke level 65 hingga 75 persen. Terjadi pergeseran perilaku di mana hotel di Medan kini tidak hanya menjadi tempat transit, tetapi juga destinasi staycation bagi warga lokal Medan, Binjai, dan Deli Serdang," kata Melky, Rabu (1/4/2026).

Menatap masa libur akhir pekan panjang (long weekend) dalam waktu dekat, PHRI melihat adanya optimisme berkelanjutan.

Data reservasi per akhir Maret 2026 menunjukkan bahwa hotel-hotel resor di wilayah Samosir dan Karo sudah terisi sekitar 60 persen dari total kapasitas. Wisatawan kini cenderung lebih proaktif dalam merencanakan perjalanan.

"Ada pola early booking melalui platform digital (OTA). Masyarakat berupaya mengamankan harga sebelum adanya kemungkinan fluktuasi biaya energi yang dapat berdampak pada tarif kamar," ucap Melky.

Guna menjaga agar tingkat hunian tidak merosot tajam (low tide) setelah euforia Lebaran berakhir, PHRI Sumut telah menyiapkan sejumlah langkah taktis, seperti paket MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) yang dapat menggeliatkan sektor pemerintahan dan korporasi untuk melakukan kegiatan di hotel pasca-Lebaran.

Kemudian, dynamic pricing & loyalty program, yaitu memberikan diskon khusus untuk extended stay atau tamu yang melakukan pemesanan ulang, serta event-based tourism yang dapat mendorong pemerintah daerah untuk memperbanyak event dalam skala regional dan nasional.

Melky menekankan bahwa durasi libur yang panjang dan antusiasme masyarakat pasca-masa efisiensi anggaran pemerintah tahun lalu menjadi faktor pembeda utama kesuksesan industri perhotelan di Sumut pada awal tahun 2026 ini. (hm25)