Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
SUMUT

Warga Kandangan Minta Perbaikan Jembatan Bailey yang Nyaris Putus di Batu Bara

Mistar.idKamis, 11 Desember 2025 15.51
journalist-avatar-top
EP
warga_kandangan_minta_perbaikan_jembatan_bailey_yang_nyaris_putus_di_batu_bara

Kondisi jembatan bailey di Desa Kandangan pasca diterjang luapan banjir Bah Hapal. (foto : ist/mistar)

news_banner

Batu Bara, MISTAR.ID

Warga Desa Kandangan, Kecamatan Laut Tador, Kabupaten Batu Bara, meminta pemerintah segera memperbaiki jembatan bailey (gantung) yang rusak dan nyaris putus setelah diterjang banjir beberapa waktu lalu.

Jembatan bailey yang terbentang di atas Bah Hapal ini merupakan akses bagi 1.600 warga desa, terutama anak-anak sekolah, para petani, dan pekerja pabrik yang setiap hari menggunakan jembatan tersebut untuk menuju desa lain.

Ani (41), mengaku khawatir dengan kondisi jembatan yang semakin miring dan melorot ke bawah sehingga membahayakan warga yang melintas.

"Sungainya sangat lebar dan dalam sehingga anak-anak yang hendak sekolah takut melaluinya," ungkapnya.

Ia mewanti-wanti agar jangan sampai ada korban yang terjatuh saat melintas di jembatan tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Kandangan, Suratmin, membenarkan jembatan bailey tersebut mengalami kemiringan setelah banjir besar melanda kawasan itu.

“Air sungai yang meluap membawa sampah dan kayu. Akibatnya jembatan menjadi miring dan nyaris putus,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, lebih dari 1.600 warga dari 10 dusun akan terisolasi bila jembatan tersebut benar-benar putus. Warga terpaksa harus memutar melalui jalur Simpang Mayat, menempuh jarak sekitar 7 kilometer melewati jalan perkebunan yang kondisinya rusak parah.

Menyikapi kondisi jembatan yang sangat vital bagi masyarakat, Suratmin meminta Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, agar segera memperbaiki atau membangun jembatan permanen yang lebih kuat dan aman.

Sebagai informasi, tak lama setelah jembatan diterjang air sungai yang meluap, Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian bersama anggota DPRD Provinsi Sumut, Yahdi Khoir, telah meninjau jembatan tersebut.

Namun hingga kini belum ada solusi untuk mengatasi permasalahan ini. Warga setempat bergotong royong memperbaiki jembatan secara manual agar dapat dilalui.

Meski telah diperbaiki secara manual, kondisi jembatan masih riskan dan sewaktu-waktu dapat rubuh.