Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SUMUT

Transformasi Jembatan Perbatasan Asahan-Batu Bara, Realisasi BKP Provinsi Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Mistar.idSenin, 16 Maret 2026 20.54
journalist-avatar-top
MA
transformasi_jembatan_perbatasan_asahanbatu_bara_realisasi_bkp_provinsi_berdampak_nyata_bagi_masyarakat

Ketua Fraksi PAN DPRD Sumut, Yahdi Khoir Harahap (kemeja putih) saat meninjau jembatan yang telah selesai dibangun menggunakan dana Bantuan Keuangan Provinsi di perbatasan Asahan-Batu Bara, Senin (16/3/2026), (Foto: Ari/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Realisasi Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) Sumatera Utara (Sumut) mulai menunjukkan dampak nyata bagi pembangunan daerah, khususnya di wilayah perbatasan Kabupaten Asahan dan Kabupaten Batu Bara. Program ini dinilai mampu mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Sumut, Yahdi Khoir Harahap, menyampaikan BKP menjadi salah satu instrumen penting dalam membantu pemerintah daerah memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat meninjau pembangunan jembatan di perbatasan Desa Sei Beluru, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan dengan Desa Durian, Kecamatan Sungai Balai, Kabupaten Batu Bara, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut merupakan salah satu contoh nyata pemanfaatan dana BKP yang sebelumnya ia usulkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

“BKP ini sangat membantu pembangunan daerah, khususnya dalam memenuhi kebutuhan sarana masyarakat luas. Salah satu contohnya adalah jembatan yang hari ini kita kunjungi, yang dibangun menggunakan dana BKP yang sebelumnya saya ajukan kepada Pemprovsu,” ujarnya kepada Mistar.

Ia menjelaskan, keberadaan jembatan tersebut memberikan dampak positif bagi aktivitas masyarakat, mulai dari kelancaran pengangkutan hasil perkebunan dan pertanian hingga mempermudah akses anak-anak menuju sekolah.

Sebagai Wakil Ketua Komisi D DPRD Sumut yang membidangi pembangunan, Yahdi menilai pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan sangat penting untuk memperkuat konektivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Hari ini kita melihat sendiri bahwa jembatan ini telah berdiri kokoh. Ini adalah wujud nyata pembangunan melalui dana BKP yang memberikan dampak besar terhadap denyut nadi ekonomi masyarakat di perbatasan Kabupaten Asahan dan Batu Bara,” katanya.

Yahdi juga mendorong agar program BKP tetap dilanjutkan oleh Pemerintah Provinsi Sumut guna mendukung pembangunan infrastruktur di berbagai daerah yang masih membutuhkan. Ia menyebutkan, pihaknya telah menyampaikan hal tersebut kepada Gubernur Sumut, Bobby Nasution.

“Kemarin kita sudah sampaikan kepada Bapak Gubernur Bobby Nasution. Beliau sangat menyambut baik program ini. Namun saat ini masih membutuhkan kajian secara optimal agar realisasi program ini dapat tepat sasaran,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sungai Beluru, Rahim, mengungkapkan bahwa sebelum jembatan permanen dibangun, masyarakat selama lebih dari 30 tahun hanya mengandalkan jembatan sederhana yang terbuat dari batang pohon kelapa.

Ia mengatakan, kondisi tersebut sempat ia sampaikan saat kegiatan reses Yahdi Khoir Harahap pada tahun 2024 lalu di desa yang dipimpinnya. Saat itu, jembatan yang ada tidak mampu menopang kendaraan bermuatan sehingga menyulitkan masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi.

“Saya sejak sebelum menjadi kepala desa hingga sekarang sangat prihatin dengan kondisi jembatan yang hanya terbuat dari kayu kelapa. Setelah saya menyampaikan permohonan bantuan kepada Pak Yahdi Khoir, akhirnya jembatan ini bisa dibangun melalui dana BKP dan kini sudah dapat dilalui kendaraan,” kata Rahim.

Menurutnya, keberadaan dana BKP sangat membantu pemerintah desa dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur yang sebelumnya sulit diwujudkan karena keterbatasan anggaran. Ia menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut menelan anggaran hampir mencapai Rp1 miliar.

“Dengan adanya BKP ini, pembangunan jembatan yang cukup mahal bisa direalisasikan. Kami sangat berharap kepada bapak gubernur agar program bantuan keuangan provinsi ini dapat terus dilanjutkan untuk mendukung pembangunan desa,” ujarnya.

Ia menambahkan, jembatan yang berada di Dusun 10 Desa Sungai Beluru dan perbatasan Desa Durian itu kini mampu memperlancar mobilitas masyarakat serta memperkuat konektivitas antarwilayah di perbatasan Kabupaten Asahan dan Batu Bara.

“Sejak dibangun pada Oktober 2024 dan rampung pada Desember 2025, jembatan ini sudah sangat membantu mobilitas masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan, baik di Kabupaten Asahan maupun Batu Bara,” ucapnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN