SPPG di Dairi Dikeluhkan Kumuh, Dinkes Sebut Sudah Kantongi Sertifikat Higiene

Dairi Siempat Nempu Sosor Lontung, di Desa Sosor Lontung, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi. (Foto: Heppy Julius Manurung/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID – Kondisi lingkungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dairi Siempat Nempu Sosor Lontung, di Desa Sosor Lontung, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi, dikeluhkan warga karena dinilai jorok dan kumuh.
Padahal, SPPG yang dikelola Yayasan Generasi Emas Anak Negeri Maluku Barat Daya tersebut telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Dairi.
Keluhan itu disampaikan warga bersama perangkat Desa Sosor Lontung saat mengajak sejumlah wartawan meninjau langsung lokasi SPPG, Senin (19/10/2026).
Perangkat Desa Sosor Lontung, Nurmaya Kudadiri, mengatakan kondisi lingkungan dapur MBG tersebut dikhawatirkan dapat memicu kontaminasi bakteri terhadap makanan yang disiapkan untuk anak-anak penerima manfaat.
Ia menyoroti tempat penampungan limbah dapur yang berada persis di depan dinding bangunan SPPG. Menurutnya, tempat pembuangan limbah tersebut dalam kondisi kotor, menimbulkan bau, bahkan meluap.
"Maaf, kami menduga SPPG ini tidak layak beroperasi karena lingkungannya sangat jorok dan kumuh. Kami takut dan khawatir terjadi keracunan makanan terhadap anak didik," kata Nurmaya.
Warga dan pemerintah desa meminta Badan Gizi Nasional (BGN) mengevaluasi, serta menghentikan sementara operasional SPPG sampai kondisinya dipastikan memenuhi persyaratan kebersihan dan sanitasi.
Menanggapi keluhan itu, Koordinator Wilayah BGN Dairi, Pahlawan Nasution, mengatakan pihaknya segera mengecek SPPG dan menindaklanjuti informasi dari warga.
"BGN akan menidaklanjuti informasi itu. SPPG itu dikelola Pak Limbong," kata Pahlawan saat dikonfirmasi Mistar, Senin (19/10/2026).
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Dairi, Luber Sianturi, menyebutkan SPPG Dairi Siempat Nempu Sosor Lontung telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Perangkat Desa Sosor Lontung, Nurmaya Kudadiri, memperlihatkan limbah di depan SPPG yang dikelola Yayasan Generasi Emas Anak Negeri Maluku Barat Daya, Senin (19/10/2026). (Foto: Heppy Julius Manurung/Mistar)
Meski demikian, pihaknya akan kembali memeriksa kondisi di lapangan. Luber menjelaskan, saat proses pengurusan sertifikat, alat pemisah lemak di SPPG tersebut masih berfungsi dengan baik.
"Kami akan cek lagi ke lokasi. Karena pada saat proses pengurusan SLHS, alat pemisah lemak di SPPG berfungsi dengan baik," kata Luber saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.[]
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER








































