Puluhan Rumah di Batu Bara Terendam Banjir, Tanggul Waduk PT Lonsum Jebol

Air merendam rumah warga dan melimpas ke Jalinsum Desa Binjai Baru Kecamatan Datuk Tanah Datar. (foto:dokumentasi Taufik/Mistar)
Batu Bara, MISTAR.ID (23/10/2026) — Puluhan rumah warga di Dusun I dan Dusun II, Desa Binjai Baru, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara, terendam banjir pada Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Sontak, warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri tanpa memedulikan harta benda masing-masing yang akhirnya ikut terendam banjir.
Di beberapa lokasi, ketinggian air bahkan mencapai 1 hingga 1,5 meter. Selain merendam rumah warga, banjir juga merendam satu rumah ibadah dan meluap hingga ke Jalan Lintas Sumatera.
Wandi, seorang warga, menyebutkan bahwa air datang tiba-tiba dengan arus yang sangat deras.
“Air datang tiba-tiba sehingga membuat warga panik. Kami tidak sempat menyelamatkan barang-barang,” ucap Wandi.
Ia menduga luapan banjir yang merendam rumah dan perabotan warga disebabkan jebolnya tanggul waduk milik perkebunan PT Lonsum yang berada tidak jauh dari permukiman mereka.
“Mungkin, tanggul waduk milik perkebunan PT Lonsum jebol sehingga air melimpah langsung ke permukiman kami,” jelas Wandi.
Atas nama warga yang terdampak banjir, Wandi berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan melakukan penanganan. Ia juga berharap instansi terkait menyelidiki penyebab pasti jebolnya tanggul waduk tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Sementara itu, pada Jumat (23/10/2026), Camat Datuk Tanah Datar, Prio Pratomo, mengundang pihak PT Lonsum untuk bertemu di Kantor Desa Binjai Baru.
“Tujuan pertemuan untuk membahas dampak pecahnya tanggul waduk milik mereka,” ungkap Prio, Jumat (23/10/2026).
Pada pertemuan tersebut, Kepala Desa Binjai Baru, Adel Sugana, menyampaikan keluhan warga akibat luapan banjir yang diduga berasal dari tanggul waduk PT Lonsum yang jebol.
Dari pihak PT Lonsum, hadir Asisten Kepala PT Lonsum, Hamat Husin, dan Manajer PT Lonsum, Indra Martondang.
Hingga berita ini naik ke meja redaksi, pertemuan antara pemerintah dan pihak PT Lonsum masih berlangsung. Karena itu, belum diperoleh kesepakatan terkait kerugian warga maupun upaya untuk menghentikan dampak lanjutan banjir. (hm27)














































