PT DPM Kembali Berangkatkan Enam Penerima Beasiswa ke China, Total Sudah 18 Orang Sejak 2019

Pejabat PT DPM foto bersama ke enam penerima beasiswa. (Foto: Baiq/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID
PT Dairi Prima Mineral (DPM), perusahaan tambang seng dan timah hitam yang beroperasi di Desa Longkotan, Silima Pungga-pungga, Kabupaten Dairi, kembali membuka kesempatan pendidikan bagi putra-putri daerah. Sebanyak enam peserta beasiswa akan diberangkatkan ke China pada Maret 2026.
Keenam penerima beasiswa berasal dari Kecamatan Silima Pungga-pungga dan akan menempuh pendidikan Diploma Machinery Manufacturing and Automation di Guangdong Polytechnic of Industry and Commerce (GDPIC), China, selama tiga tahun.
Informasi tersebut disampaikan oleh Superintendent External Relations PT DPM, Baiq Idayani, dan Chief Legal and External Radianto Arifin kepada Mistar, Rabu (26/11/2025).
“Kali ini DPM mengumumkan enam penerima beasiswa asal Silima Pungga-pungga yang terpilih sebagai angkatan keempat untuk diberangkatkan ke China. Ini wujud komitmen DPM membangun pengembangan SDM agar membawa pengetahuan dan keterampilan baru untuk Dairi ke depan,” kata Baiq.
Baca Juga: Pemkab Asahan Salurkan Rp450 Juta Beasiswa untuk 125 Mahasiswa Berprestasi dan Kurang Mampu
Adapun keenam penerima beasiswa tersebut ialah:
- Anggun Meriah Ateku Cibro, warga Desa Tungtung Batu
- Dealova Ro Rejeki Sinaga, warga Desa Longkotan
- Tria Basana Manurung, warga Desa Longkotan
- Grace Deocaeli Maringga, warga Desa Lae Ambat
- Daniel Fransiskus Simarmata, warga Silalahi I
- Hokkop Marlintong Siagian, warga Desa Longkotan
Radianto menjelaskan bahwa penentuan penerima beasiswa dilakukan secara terbuka dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten Dairi melalui proses seleksi ketat, termasuk tes tertulis dan ujian Bahasa Mandarin. Saat ini, seluruh peserta sedang menjalani proses administrasi persiapan keberangkatan.
Baca Juga: Program Perdana Pemko Sibolga Mulai Direalisasikan, 200 Mahasiswa dapat Beasiswa Pendidikan
Dengan keberangkatan angkatan keempat ini, total peserta beasiswa PT DPM ke GDPIC China sejak 2019 telah mencapai 18 orang. DPM berharap program tersebut memberi dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat Dairi.
Baiq juga menyampaikan optimismenya bahwa DPM dapat segera beroperasi penuh setelah penyelesaian dokumen Amdal, RKL, dan RPL. Ia menegaskan bahwa keberadaan perusahaan tidak hanya berfokus pada beasiswa, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sebelumnya, massa dari Aliansi Masyarakat Dairi Peduli Pembangunan (AMDPP) menggelar unjuk rasa di Gedung DPRD Dairi. Dalam aksinya, massa mendesak agar DPRD menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait status izin PT DPM yang menurut mereka sudah tidak berlaku.
Dalam dokumen tuntutan yang diserahkan Oberlin, AMDPP menyatakan mendukung investasi PT DPM selama memenuhi peraturan perundang-undangan, termasuk keseriusan mengurus izin Amdal sebagai syarat beroperasi, serta meminta kejelasan mengenai waktu operasional sebagai bentuk komitmen pembangunan di Dairi.


















