Produk Uis Karo Asal Binjai Terjual hingga ke Luar Negeri

Penenun kain etnis Karo (Uis) asal Binjai yang berhasil memasarkan produknya hingga ke luar negeri. (Foto: Bayu/Mistar)
Binjai, MISTAR.ID - Produk kain tenun khas Karo (Uis) buatan komunitas perajin Karya Bunda di Jalan Kutilang, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, sukses menembus pasar internasional.
Produk etnik bernilai seni tinggi ini tidak hanya laris terjual di pasar domestik, tetapi juga telah diekspor hingga ke Singapura dan Malaysia.
Hal ini disampaikan Ketua Komunitas Karya Bunda, Ade Fitri, usai menerima kunjungan tim penilai lomba Kampung Kreatif Berkah Sumut, Jumat (9/10/2026) siang. Ia menjelaskan seluruh kain hasil produksi komunitas tersebut dibuat menggunakan alat tenun tradisional khusus bernama gedokan.
"Produk yang kami hasilkan murni dibuat dengan alat tradisional, bukan mesin. Hasilnya memiliki kualitas tinggi dengan sentuhan motif khas etnis Karo yang sarat nilai budaya," ujarnya.
Ade Fitri mengatakan, komunitas penenun yang berdiri sejak 2020 ini memberdayakan 25 penenun asli etnis Karo. Para penenun tersebut memiliki keahlian menenun yang diwariskan secara turun-temurun dari leluhur mereka.
"Proses pembuatan Uis terbilang rumit dan memakan waktu lama. Tahapan dimulai dari pengolahan bahan baku benang menggunakan tepung kanji, penguraian benang, pemintalan (sorha), hingga proses penenunan," katanya.
Ade Fitri menyebutkan, proses pembuatan kain tenun tidak hanya bergantung pada faktor teknis, tetapi juga terikat pada berbagai ritual dan pantangan adat Karo.
"Karena kerumitan dan kualitasnya, harga kain tenun Uis Karya Bunda dibanderol mulai dari Rp300 ribu hingga Rp600 ribu untuk kategori standar, serta bisa mencapai Rp20 juta untuk satu set pakaian pengantin," ungkapnya.
Selain merambah pasar ekspor, Ade Fitri menuturkan, kain tenun ini juga telah dipasarkan secara lokal di Medan, Tanah Karo, Deli Serdang, hingga Jakarta. Banyak pula penjual ulang (seller) dari Tanah Karo yang memesan kain Uis secara langsung dari penenun di Binjai.
Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Binjai, Gloria Sinulingga, memberikan apresiasi tinggi terhadap keberadaan komunitas tersebut. Pemerintah Kota Binjai berkomitmen memberikan pembinaan serta bantuan pemasaran.
"Kami siap membantu memasarkan produk mereka ke pasar yang lebih luas, baik lokal, nasional, hingga internasional," ucap Gloria. (hm25)
















































