Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
SUMUT

Polres Sibolga Cek Gudang Bantuan Bencana yang Viral Diduga Ditimbun

Mistar.idRabu, 11 Maret 2026 17.58
journalist-avatar-top
FM
polres_sibolga_cek_gudang_bantuan_bencana_yang_viral_diduga_ditimbun_

Bantuan bencana alam yang diduga ditimbun disalah satu gedung di Bukit Panomboman, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga. (foto: feliks/mistar)

news_banner

Sibolga, MISTAR.ID

Personel Polres Sibolga mendatangi sebuah gedung yang diduga menjadi tempat penimbunan bantuan bencana alam yang belum disalurkan kepada warga.

Gedung tersebut merupakan bangunan bekas Kampus Akademi Komunitas Negeri (AKN) Sibolga yang berada di Bukit Panomboman, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga. Petugas mendatangi lokasi, Rabu (11/3/2026).

Kedatangan polisi dilakukan setelah beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan tumpukan berbagai jenis bantuan dalam jumlah besar di dalam gedung tersebut.

Video yang viral sejak Selasa (10/3/2026) itu memicu perhatian dan pertanyaan dari masyarakat terkait alasan bantuan tersebut belum disalurkan kepada warga terdampak bencana.

Di lokasi, petugas kepolisian terlihat memintai keterangan penjaga gedung serta mendokumentasikan berbagai jenis bantuan yang tersimpan di dalam bangunan itu.

"Kita mengetahuinya setelah ada video viral yang menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, kita langsung datang untuk mengecek lokasi,” ujar salah seorang personel kepolisian di lokasi.

Dari pantauan wartawan, sejumlah barang yang diduga merupakan bantuan bencana masih tersimpan di dalam ruangan. Bantuan tersebut antara lain tabung gas, sekop, kompor gas, selimut, tas, tikar, matras, ember, hingga mesin stempel.

Bantuan tersebut disebut berasal dari berbagai donatur, lembaga, instansi, organisasi masyarakat, termasuk Alumni Akabri 89.

Selain itu, terdapat pula bantuan berupa selang air, gerobak dorong, mi instan Supermi, roti, berbagai makanan ringan, tabung gas elpiji berwarna pink, serta sejumlah paket sembako yang bertuliskan bantuan dari Angkatan Laut (AL).

Penjaga gedung yang mengaku bernama Ismail mengatakan dirinya hanya bertugas menjaga dan mendata bantuan yang masuk dan keluar dari gudang tersebut.

"Saya hanya bertugas mendata, menjaga, dan menerima bantuan. Untuk penyaluran bantuan bukan kewenangan saya,”ujarnya.

Ismail juga mengaku tinggal di gedung tersebut dan hanya melakukan pencatatan setiap barang yang keluar dan masuk secara tertulis.

Sementara itu, Humas Polres Sibolga melalui Aiptu Hadi Sitanggang mengatakan polisi masih mengecek kebenaran dugaan penimbunan bantuan bencana yang beredar di media sosial tersebut.

"Personel Intel sudah turun mengecek lokasi. Nanti kami konfirmasi terlebih dahulu hasilnya,”katanya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN