Polres Langkat Gelar Trauma Healing untuk Anak Korban Banjir di Desa Sekoci Besitang

Anak-anak korban banjir bermain penuh riang gembira bersama para Polwan di Langkat. (f:ist/mistar)
Langkat, MISTAR.ID
Polres Langkat melalui konselor dan jajaran Polwan kembali menunjukkan kepedulian terhadap para korban banjir dengan melaksanakan kegiatan Pelayanan Pendampingan Psikologi dan Dukungan Psikososial (Trauma Healing) bagi anak-anak di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang. Kegiatan berlangsung di SD Negeri 054001 Bukit Mas pada Selasa (09/12/2025) sekira pukul 15.00 WIB.
Kegiatan dipimpin oleh IPDA Ira Fatmawati (Kanit Kamsel Sat Lantas Polres Langkat), IPDA Ria Ariani (Paur Subbagbinkar Bag SDM), serta AIPDA Christine Sembiring, selaku Konselor Polres Langkat, dan turut didukung penuh oleh jajaran Polwan Polres Langkat.
Trauma healing menyasar anak-anak yang terdampak langsung oleh banjir yang melanda wilayah hukum Polres Langkat. Para personel mengajak anak-anak bermain, bernyanyi, serta memberikan motivasi untuk memulihkan kondisi psikologis mereka pascabencana.
Selain itu, tim juga membagikan makanan ringan, melakukan sesi tatap muka dan wawancara, hingga memberikan pelukan hangat sebagai bentuk dukungan emosional.
Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, menyampaikan bahwa pendampingan psikologis sangat penting dilakukan untuk memastikan anak-anak tetap memiliki rasa aman di tengah situasi sulit.
"Kami ingin memastikan bahwa selain bantuan materi, anak-anak juga mendapatkan perhatian dan dukungan psikologis. Trauma healing ini penting agar mereka tetap ceria, kuat, dan tidak terbebani oleh situasi pascabencana,” kata Kapolres.
Beliau menegaskan bahwa Polres Langkat akan terus hadir mendampingi masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih.
"Kami bersama seluruh jajaran berkomitmen mendampingi warga. Semoga situasi segera membaik dan aktivitas anak-anak dapat kembali normal," lanjutnya.
Kegiatan trauma healing ini diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi anak-anak korban banjir dan mempercepat proses pemulihan psikososial mereka.






















