Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SUMUT

Penjaga Palang Kereta Api Jalur Kuala Tanjung-Bandar Tinggi Harapkan Bantuan Walkie Talkie

Mistar.idMinggu, 16 November 2025 12.44
AN
EP
penjaga_palang_kereta_api_jalur_kuala_tanjungbandar_tinggi_harapkan_bantuan_walkie_talkie

Petugas palang kereta api manual menjalankan tugas saat kereta api melintas. (Foto: Dokumentasi Warga/Mistar)

news_banner

Batu Bara, MISTAR.ID

Mendukung kelancaran tugas penjaga palang pintu manual kereta api serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan di jalur Kuala Tanjung-Bandar Tinggi, para petugas berharap adanya perlengkapan tambahan, khususnya perangkat komunikasi walkie talkie.

Kebutuhan ini diungkapkan Ilan, 54 tahun, salah seorang penjaga palang asal Desa Cengkring, Kecamatan Medang Deras, Minggu (16/11/2025).

Ilan menjelaskan, setelah beberapa kali terjadi kecelakaan di perlintasan kereta api jalur Kuala Tanjung-Bandar Tinggi, PT Kereta Api Indonesia (KAI) melibatkan masyarakat sekitar untuk membantu menjaga palang perlintasan secara manual demi keselamatan pengguna jalan di sepanjang Access Road Inalum.

Sebanyak lima palang pintu manual telah dipasang oleh perusahaan bekerja sama dengan pemerintah desa dan masyarakat. Pemerintah desa kemudian menugaskan lima warga untuk berjaga dan menutup palang setiap kali kereta api melintas.

Sebagai bentuk dukungan, PT KAI melalui pemerintah desa memberikan honor sebesar Rp1,5 juta per bulan kepada masing-masing penjaga, serta pakaian kerja.

Namun demikian, komunikasi antara penjaga dengan stasiun kereta api masih menjadi kendala utama. Para petugas hanya mengandalkan informasi melalui grup WhatsApp untuk mengetahui jadwal kereta yang akan melintas. Sinyal telepon seluler yang tidak stabil membuat komunikasi sering terhambat.

“Kalau mengandalkan Android saja dengan sinyal yang terkadang buruk, informasi soal kereta yang akan melintas jadi terganggu. Karena itu, atas nama kawan-kawan, saya berharap ada bantuan walkie talkie,” ujarnya.

Dalam menjalankan tugas menutup palang secara manual, para penjaga juga diwajibkan mengirimkan foto selfie sebagai bukti laporan bahwa mereka berada di lokasi saat kereta api lewat. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN