Thursday, October 22, 2026
home_banner_first
SUMUT

Pemkab Taput Dorong Produk Ekraf Lokal Tembus Pasar Global

Mistar.idKamis, 22 Oktober 2026 pukul 16.27 WIB
pemkab_taput_dorong_produk_ekraf_lokal_tembus_pasar_global

Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Lumbantoruan, menghadiri The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026). (Foto: Humas Pemkab Taput)

Taput, MISTAR.ID - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mendorong pelaku ekonomi kreatif (ekraf) daerah meningkatkan kualitas produk dan memanfaatkan teknologi digital agar mampu bersaing di pasar nasional hingga global.

Upaya tersebut disampaikan Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Lumbantoruan, saat menghadiri The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Deni mengatakan, Tapanuli Utara memiliki potensi ekonomi kreatif yang didukung kekayaan budaya Batak, kreativitas masyarakat, serta sumber daya lokal.

Sejumlah potensi unggulan tersebut meliputi kain tenun ulos, kopi dari kawasan Sipirok dan Tarutung, kuliner khas daerah, kerajinan tangan, seni musik dan pertunjukan Batak, serta produk kreatif berbasis pariwisata.

“Tapanuli Utara memiliki komoditas dan produk kreatif unggulan yang sangat potensial, mulai dari seni tenun ulos tradisional, olahan kopi, kuliner khas daerah, kerajinan tangan, seni musik dan pertunjukan Batak, hingga berbagai produk kreatif berbasis pariwisata,” ujar Deni.

Menurutnya, kekayaan tradisi dan sumber daya lokal perlu didukung inovasi serta modernisasi agar memiliki daya saing lebih kuat. Pelaku usaha juga perlu meningkatkan standar mutu, memperbaiki kemasan produk, memanfaatkan teknologi digital, dan memperluas akses pasar.

“Potensi besar ini harus terus kita dorong melalui inovasi dan modernisasi. Kita ingin produk-produk UMKM dan pelaku kreatif Tapanuli Utara tidak hanya menjadi tuan rumah di daerah sendiri, tetapi juga mampu menembus rantai pasok nasional hingga pasar global,” katanya.

WCCE 2026 mengusung tema Inclusively Creative: Collective Continuity. Konferensi tersebut menjadi forum untuk membahas perkembangan ekonomi kreatif sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.

Rangkaian WCCE 2026 juga menghadirkan Creativillage, pameran ekonomi kreatif yang berlangsung pada 21-25 Oktober 2026 di kawasan SCBD, Jakarta. Pameran tersebut menampilkan berbagai karya, inovasi, dan produk unggulan pelaku kreatif Indonesia sebagai sarana promosi dan perluasan jaringan kemitraan bisnis. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN