Saturday, October 10, 2026
home_banner_first
SUMUT

Pemkab Samosir Usulkan Desa Sabulan Jadi Kampung Kreatif Sumut Berkah

Mistar.idSabtu, 10 Oktober 2026 pukul 12.59 WIB
pemkab_samosir_usulkan_desa_sabulan_jadi_kampung_kreatif_sumut_berkah

Tim Verifikasi dan Validasi Kampung Kreatif Sumut Berkah meninjau Desa Sabulan. (Foto: Diskominfo/Mistar)

news_banner

Samosir, MISTAR.ID - Pemerintah Kabupaten Samosir mengusulkan Desa Sabulan, Kecamatan Sitiotio, menjadi Kampung Kreatif Sumut Berkah, salah satu program Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.

Proposal pengembangan Desa Sabulan dirancang secara terintegrasi dengan memadukan potensi budaya dan seni lokal, alam dan pariwisata, kerajinan dan industri kreatif, sumber daya manusia, pertanian, UMKM, infrastruktur, dan teknologi.

Usulan tersebut saat ini telah memasuki tahap verifikasi dan validasi. Tim Verifikasi dan Validasi Kampung Kreatif Sumut Berkah turun ke Desa Sabulan, Jumat (9/10/2026), untuk mencocokkan dokumen proposal dengan kondisi nyata di lapangan sebelum hasil penilaian dibawa ke sidang pleno.

Ketua Tim Verifikasi dan Validasi Kampung Kreatif Sumut Berkah, Benny P. Girsang, menjelaskan bahwa desa yang terpilih dalam program tersebut berpeluang mendapatkan dukungan bantuan keuangan dari Provinsi Sumatera Utara dengan nilai mulai dari Rp5 miliar hingga Rp50 miliar, sesuai hasil penilaian.

“Proses verifikasi dan validasi dilakukan secara profesional. Tahapan verifikasi dilakukan untuk mencocokkan proposal yang telah disampaikan Pemkab Samosir dengan kondisi nyata di lapangan. Kami sudah menilai proposal yang diajukan dan selanjutnya melakukan verifikasi sesuai fakta di lapangan,” katanya.

Benny menegaskan bahwa dukungan masyarakat, kepastian aset dan lahan, serta kesesuaian perencanaan dengan kondisi di lapangan menjadi bagian penting dalam proses penilaian.

“Jika terpilih menjadi Kampung Kreatif, masyarakat juga harus kreatif dan mendukung pembebasan lahan. Tidak cukup hanya di atas kertas, penataan kawasan dan situs harus sesuai dengan fakta di lapangan,” tegasnya.

Kepala Bapperida Samosir, Rajoki Simarmata, menyampaikan bahwa konsep penataan Sabulan disusun secara terintegrasi dengan memadukan budaya dan seni lokal, alam dan pariwisata, produk kerajinan dan industri kreatif, peningkatan keterampilan sumber daya manusia, serta infrastruktur hingga teknologi.

Rajoki mengatakan Desa Sabulan memiliki potensi yang tidak hanya terletak pada keindahan panorama alam Danau Toba, tetapi juga menyimpan situs budaya dan jejak sejarah yang berkaitan dengan Si Raja Lontung. Potensi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk membangun kawasan wisata yang memiliki identitas dan daya tarik tersendiri.

Ia menyebutkan, proposal pembangunan yang diusulkan meliputi penataan persawahan terasering Sabulan, pembangunan rest area dan gerai UMKM, penataan objek wisata Sipatungan, penataan kawasan parkir, penataan situs budaya, penyediaan sumber air bersih, pembangunan dan peningkatan jalan antardusun, pembangunan jaringan irigasi pertanian, hingga peningkatan kualitas rumah tidak layak huni.

“Diusulkan juga pengadaan bibit buah untuk menjaga ekosistem lingkungan. Seluruh konsep pengembangan telah dilengkapi DED dan master plan, dengan total nilai proposal mencapai Rp50 miliar,” katanya.

Camat Sitiotio, Josro Tamba, mengajak masyarakat untuk bersama-sama memenuhi persyaratan yang dibutuhkan, termasuk memastikan kesiapan lahan untuk mendukung rencana penataan kawasan.

“Apabila desa ini memperoleh hasil dengan nilai terbaik, maka akan memperoleh alokasi anggaran dan akan banyak pengembangan. Mari kita dukung bersama. Semoga kita bisa mendapatkan pembangunan ini,” ungkapnya. (*)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN