Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SUMUT

PDAM Mual Nauli Tapteng Terhenti 90 Persen Akibat Banjir dan Longsor, Distribusi Air ke Pelanggan Lumpuh

Mistar.idSelasa, 9 Desember 2025 pukul 20.58 WIB
pdam_mual_nauli_tapteng_terhenti_90_persen_akibat_banjir_dan_longsor_distribusi_air_ke_pelanggan_lumpuh

Kantor PDAM Mual Nauli Tapteng yang turut terdampak banjir bandang pada 25 November 2025 lalu. (Foto: masril rambe/mistar)

news_banner

Tapteng, MISTAR.ID

Direktur Perumda Air Minum (PDAM) Mual Nauli Tapanuli Tengah (Tapteng), Masril Tua Rambe, menyampaikan bahwa pasca bencana banjir bandang dan longsor pada 25 November 2025 lalu, kantor PDAM dan sebanyak 25 sumber air yang tersebar di 10 kecamatan mengalami kerusakan berat.

"Dari angka itu, eksisting atau pipa transmisi di 21 sumber air mengalami rusak berat, bahkan ada yang hilang. Akibatnya, 90 persen distribusi air ke masyarakat pelanggan mati total hingga saat ini," ujar Masril Tua Rambe dalam keterangan pers, Selasa (9/12/2025).

Ia menjelaskan, jumlah pelanggan PDAM Mual Nauli yang terdampak ada 20.282 sambungan rumah dari 21.781 sambungan rumah. Jadi, sampai saat ini hanya 1.499 sambungan rumah yang aktif.

"Ada sumber air yang hilang hanyut terbawa air, ada pipa transmisi yang rusak, hilang, dan tertimbun longsor. Seperti unit Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Kecamatan Tukka," katanya.

Masril menjabarkan, 10 kecamatan yang memiliki sumber air untuk PDAM Mual Nauli di antaranya Tapian Nauli, Kolang, Tukka, Manduamas, Pandan, Sarudik, Badiri, Hutabalang, Pinangsori, dan Sibabangun.

Kemudian, ada 10 titik sumber air di Pandan, di antaranya: Tukka 2 titik yaitu Aek Sipilit dan Aek Sihpong; di Pandan ada 8 titik, yaitu Aek Batu Mardinding, Aek Nasangap, Aek Bungus 1, Aek Bungus 2, Sihaporas Kiri, Sihaporas Kanan, Aek Bulu Godang, Aek Sipan, dan Aek Sarudik.

Menurutnya, pascabencana, PDAM Mual Nauli telah melakukan langkah distribusi air kepada warga yang terdampak bencana menggunakan mobil tangki air.

"Sejak hari kedua bencana, kami telah mendistribusikan air kepada masyarakat. Saat ini sudah ada 8 unit armada tangki yang standby," ucapnya.

Kemudian, sambung Masril, selain 2 unit milik PDAM Mual Nauli, ada 3 unit armada bantuan dari Kementerian PUPR, 3 unit dari PDAM Tritanadi, dan 1 unit dari BPPD Provinsi Sumut.

Ia menuturkan, selama masa darurat ini, pihaknya juga berupaya melakukan pembangunan intake sederhana menggunakan karung yang diisi pasir. Sehingga bisa mengaliri pelanggan di beberapa titik, yaitu di Jalan Feisal Tanjung dan Jalan Abdul Rajab Simatupang.

"Sekarang, kita juga sedang mengupayakan satu titik lagi untuk bisa mensuplai sebanyak 2.000 pelanggan dari Sipan Sihaporas," ujarnya.

Masril mengatakan tim dari Kementerian PUPR, bidang air minum, juga akan membantu material pipa transmisi sepanjang 300 meter untuk pembangunan sementara.

"Nah kalau ini bisa direalisasi dalam waktu dekat, maka bisa mengaliri Kota Pandan secara bergilir," katanya.

Kemudian, sambung Masril, di Sihaporas juga sedang dibangun intake darurat, untuk menambah suplai bagi Jalan Oswal Siahaan, Aek Tolang, dan Jalan dr FL Tobing Pandan. Namun, ia menuturkan belum mengetahui berapa total kerugian PDAM Mual Nauli akibat bencana tersebut.

"Kalau untuk kerugian aset perkantoran, kami mengalami kerugian mencapai Rp3 miliar meliputi bangunan gedung, inventaris kantor, dan barang persediaan," katanya.

Tetapi, tambah Masril, untuk aset SPAM di 25 sumber air sampai saat ini belum dapat dihitung secara detail, karena akses di beberapa titik belum bisa ditempuh.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN