Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SUMUT

Lapor Pak Bupati: Jalan Dekat Kampus UNA Ada Lubang-Berulang Kali Makan Korban

Mistar.idSelasa, 13 Januari 2026 20.00
journalist-avatar-top
PR
lapor_pak_bupati_jalan_dekat_kampus_una_ada_lubangberulang_kali_makan_korban_

Lubang di Jalan Latsitarda Kisaran yang kerap bikin pengendara jatuh. (foto: perdana/mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID

Kondisi memprihatinkan terlihat di sejumlah titik Jalan Latsitarda Nusantara, Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan. Jalan yang berada tak jauh dari Kampus Universitas Asahan (UNA) itu kini dipenuhi lubang menganga dengan kedalaman cukup ekstrem, sehingga kerap memicu kecelakaan lalu lintas dan membuat warga resah.

Pantauan Mistar, Selasa (13/1/2026), lubang-lubang tersebut tersebar di beberapa ruas jalan dan sebagian tertutup genangan air saat hujan turun. Kondisi ini membuat pengendara, khususnya sepeda motor, kerap tidak menyadari bahaya yang mengintai hingga akhirnya terjatuh.

“Sudah sering kali orang jatuh di sini, terutama malam hari. Lubangnya dalam, kalau tidak hafal jalan bisa langsung oleng,” ujar Rizal.

Menurutnya kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama, namun hingga kini belum terlihat adanya perbaikan signifikan. Ia menyebut, hampir setiap pekan ada saja pengendara yang menjadi korban, mulai dari mahasiswa, warga sekitar, hingga pengendara dari luar daerah.

Keluhan serupa disampaikan Siti Aminah, pedagang sekitar kampus yang berada tak jauh dari lokasi jalan berlubang itu. Ia mengaku sering menyaksikan langsung pengendara terjatuh akibat menghantam lubang.

“Kalau hujan makin bahaya, lubangnya tertutup air. Banyak yang 'nyungsep'. Pernah ada ibu-ibu jatuh, orangnya luka,” katanya.

Warga menilai kondisi Jalan Latsitarda Nusantara sangat ironis, mengingat lokasinya berada di kawasan strategis, dekat pusat pendidikan dan terdapat 3 sekolah besar di jalan tersebut kerap dilalui kendaraan setiap hari.

Aktivitas mahasiswa, pelajar serta masyarakat sekitar menjadikan jalan ini sebagai jalur vital. “Ini jalan ramai, dekat kampus. Harusnya jadi prioritas. Jangan tunggu korban bertambah baru diperbaiki,” ucap Andi, pengendara yang mengaku motornya pernah rusak setelah menghantam lubang di lokasi tersebut.

Tak sedikit warga yang akhirnya melakukan penambalan seadanya menggunakan batu dan tanah agar lubang tidak semakin membahayakan. Namun, upaya tersebut dinilai hanya solusi sementara dan justru berisiko jika tidak ditangani secara profesional.

Warga berharap pemerintah daerah, khususnya instansi terkait, segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh. Mereka meminta agar jalan tersebut tidak hanya ditambal, tetapi diperbaiki secara permanen demi keselamatan pengguna jalan.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN