15.3 C
New York
Sunday, March 3, 2024

Kapolres Toba Ajak Semua Pihak Siaga Terhadap Bencana

Toba, MISTAR.ID

Kapolres Toba AKBP Taufiq Hidayat Thayeb SH S.ik, mengatakan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggungjawab bersama. Oleh karenanya, semua elemen masyarakat dan semua fungsi harus berperan bersama dalam meningkatkan kesiapsiagaan dengan mempersiapkan Sumber Daya Manusia dan dukungan sarana prasarana yang memadai.

Hal itu disampaikan Kapolres, pada Apel Kesiapan Penanggulangan Bencana Alam yang digelar di halaman Kantor Bupati Toba, di Balige Kabupaten Toba, Provinsi Sumatra Utara, Senin (7/11/22).

Lebih lanjut Kapolres berharap kiranya Apel Kesiagaan Penanganan Kontijensi Bencana Tahun 2022 ini dapat menyatukan tekat dan komitmen dalam hal penanganan bencana alam diwilayah Toba.

Baca juga:PT Inalum Bantu Korban Bencana di Toba

Apel yang dipimpin langsung oleh Bupati Toba Ir Poltak Sitorus, juga dihadiri Wakil Bupati Toba Tonny M.Simanjuntak, Kapolres Toba AKBP Taufiq Hidayat Thayeb SH, S.ik, Pabung Kodim 0210/TU Mayor K. Napitupulu dan sejumlah pimpinan perangkat daerah.

Dalam rangkaian kegiatan, Bupati Toba bersama Kapolres Toba AKBP Taufiq Hidayat Thayeb, Danramil 17/Balige Kapten Inf J Sinaga, Kepala BPBD Toba dr Pontas Batubara, Plt Ka Satpol PP Toba Harianto Butar butar juga melakukan pemeriksaan pasukan, pemeriksaan sarana dan prasarana yang digunakan baik kendaraan maupun peralatan lain dan mendukung kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Toba.

Dalam amanatnya, Bupati Toba Ir Poltak Sitorus mengatakan Pelaksanaan apel Kesiapsiagaan bencana yang dilakukan pemerintah, TNI, Polri bersama-sama dengan instansi terkait sebagai wujud nyata sinergitas kesiapsiagaan dalam rangka mengantisipasi terjadinya bencana di masa yang akan datang.

Menurut Bupati Poltak Sitorus, sebagaimana amanat UU Nomor 2r Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana, bahwa penanggulangan bencana adalah urusan semua pihak walaupun sebagai penanggung jawab adalah pemerintah. Namun, masyarakat sebagai garda terdepan jika terjadi bencana, maka perlu ditingkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Bencana alam tidak dapat diprediksi, bisa terjadi sewaktu-waktu, lanjutnya. Oleh karena itu perlu lancarnya komunikasi dan koordinasi antar lintas pemangku kepentingan. Sehingga bisa dilakukan penanganan dengan lebih cepat dan bermanfaat, sehingga hal-hal yang lebih buruk tidak terjadi,” katanya.

Disebutkan juga bahwa Kabupaten Toba dengan kondisi geografis bukit, pegunungan, lereng dan jurang merupakan daerah yang banyak berpotensi bencana alam seperti tanah longsor, banjir dan bencana non alam seperti kebakaran.

“Di daerah rawan bencana hendaknya dibuat tanda peringatan bencana,” katanya.

Ditambahkannya, pada bulan Agustus 2022 lalu di Kecamatan Lumbanjulu terjadi banjir bandang yang merusak rumah, sawah dan sejumlah infrastruktur. Kemudian baru-baru ini ada bencana gempa (pusatnya di Kabupaten Tapanuli Utara).

Baca juga:Polres Toba Siap Bersinergi dengan Pemkab Toba Tanggulangi Bencana Alam

Bila terjadi bencana, kaum ibu dan anak yang paling beresiko jadi korban. Kelompok ini seharusnya terlindungi, minimal memahami prinsip-prinsip penyelamatan diri jika terjadi bencana.

Poltak Sitorus kemudian mengingatkan contoh edukasi tindakan yang dilakukan bila terjadi gempa dengan memilih perlindungan dekat kosen pintu atau berlindung di bawah meja. Semua edukasi mengurangi resiko bila terjadi bencana agar disampaikan kepada masyarakat.

“Mari kita tingkatkan partisipasi berbagai komponen yang ada dalam upaya penanggulangan bencana sebab pada hakekatnya bencana adalah urusan bersama untuk kemanusiaan dengan kolaborasi pentahelix yang harmonis menciptakan Kabupaten Toba yang tangguh bencana,” tandas Bupati Poltak Sitorus.(james/hm06)

 

Related Articles

Latest Articles