Tuesday, October 6, 2026
home_banner_first
SUMUT

Kapolres Tebing Tinggi: Kesiapsiagaan Seluruh Unsur Hadapi Bencana Harus Ditingkatkan

Mistar.idSelasa, 6 Oktober 2026 pukul 15.16 WIB
kapolres_tebing_tinggi_kesiapsiagaan_seluruh_unsur_hadapi_bencana_harus_ditingkatkan

Suasana rapat koordinasi lintas sektoral penanggulangan bencana alam yang dipimpin Kapolres Tebing Tinggi AKBP Hotmartua Ambarita. (Foto: Dokumentasi Polres Tebing Tinggi/Mistar)

news_banner

Tebing Tinggi, MISTAR.ID - Kapolres Tebing Tinggi AKBP Hotmartua Ambarita menegaskan kesiapsiagaan seluruh unsur harus ditingkatkan guna memberikan perlindungan optimal kepada masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam.

Hal itu disampaikan Hotmartua saat memimpin rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral penanggulangan bencana alam Tahun 2026 di Aula Kamtibmas Polres Tebing Tinggi, Senin (5/10/2026).

Hotmartua mengatakan, wilayah Kota Tebing Tinggi dan Kabupaten Serdang Bedagai memiliki potensi terjadinya bencana banjir. Berdasarkan data Tahun 2025, sebanyak 26 kelurahan/desa di lima kecamatan terdampak banjir.

Banjir tersebut berdampak terhadap 5.054 kepala keluarga (KK), 4.080 rumah, dan 13.337 jiwa. Kondisi itu menjadi perhatian bersama mengingat tingginya kerentanan geografis wilayah hilir di Kota Tebing Tinggi dan Kabupaten Serdang Bedagai.

“Wilayah Kota Tebing Tinggi dan Kabupaten Serdang Bedagai memiliki potensi terjadinya bencana banjir. Berdasarkan data pada Tahun 2025, terdapat 26 kelurahan/desa dalam lima kecamatan yang terendam banjir. Sekaligus berdampak pada 5.054 KK, 4.080 rumah dan 13.337 jiwa,” ujar Hotmartua.

Menurutnya, Rakor lintas sektoral menjadi wadah untuk menyamakan persepsi, menyusun langkah strategis, memperkuat koordinasi, serta memastikan seluruh sumber daya dari masing-masing instansi dapat digerakkan secara cepat, tepat dan terpadu ketika terjadi keadaan darurat.

Ia juga mengapresiasi kehadiran unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, instansi teknis serta stakeholder terkait yang menunjukkan komitmen bersama dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Dalam Rakor tersebut, sejumlah langkah strategis yang perlu disiapkan meliputi pemetaan daerah rawan bencana beserta potensi ancamannya, kesiapan personel dan sarana prasarana, serta penyusunan pola komunikasi dan sistem pelaporan yang cepat dan terpadu.

Selain itu, perlu ditetapkan mekanisme komando, koordinasi dan pengendalian ketika bencana terjadi. Edukasi, sosialisasi dan kesiapsiagaan masyarakat juga dinilai perlu terus ditingkatkan.

“Saya mengajak seluruh stakeholder untuk terus membangun budaya gotong royong, saling berbagi informasi, serta meningkatkan koordinasi tanpa melihat batas kewenangan masing-masing. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap langkah yang kita lakukan,” katanya.

Hotmartua berharap Rakor tersebut menghasilkan keputusan dan rencana aksi yang konkret, realistis serta dapat segera diimplementasikan. Dengan demikian, seluruh unsur diharapkan siap bertindak secara cepat, terpadu, profesional dan humanis apabila sewaktu-waktu terjadi bencana. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN