Jalinsum Sipirok-Tarutung Kembali Bisa Dilalui Mobil, Sistem Buka Tutup Diberlakukan

Jalan longsor di batu jomba Sipirok Tarutung telah bisa dilalui kenderaan roda empat tetapi masih sistim buka tutup. (foto:dokumen humas polres/mistar)
Taput, MISTAR.ID (21/10/2026) — Ruas Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) dari arah Sipirok menuju Medan sempat ditutup sementara akibat badan jalan amblas di Dusun Aek Sulum, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Minggu (18/10/2026) malam. Namun, saat ini jalan yang longsor tersebut sudah bisa dilalui kendaraan roda empat, tetapi masih menggunakan sistem buka tutup.
Hal tersebut disampaikan Kapolres Tapsel, AKBP Anton Santoso, S.I.K., S.H., M.M., saat dihubungi MISTAR melalui Kasi Humas Polres Tapsel, Ipda Manar, Rabu (21/10/2026). Manar menjelaskan bahwa saat ini Jalan Batu Jomba, jalur Sipirok-Tarutung, sudah bisa dilalui kendaraan roda empat, tetapi masih menggunakan sistem buka tutup.
“Jalan Batu Jomba, Sipirok-Tarutung, saat ini sudah bisa dilalui kendaraan roda empat, tetapi masih menggunakan sistem buka tutup,” ujar Manar.
Dia mengimbau para pengendara agar tetap mematuhi aturan di lokasi demi menjaga keselamatan.
Manar juga mengatakan bahwa hingga saat ini alat berat masih bekerja di lokasi untuk memperbaiki jalan tersebut. Sementara itu, pengendara masih dapat menggunakan jalur alternatif melalui Sibolga, Pangaribuan, dan Rantauprapat.
Sebelumnya, Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) penghubung Sipirok-Tarutung yang amblas di Dusun Aek Sulum, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), belum bisa dilalui kendaraan roda empat, Senin (19/10/2026) siang.
Meski perbaikan terus dilakukan, kondisi tanah yang masih lembek membuat kendaraan berisiko terperosok dan terjebak. Sejumlah mobil yang diuji coba melintas bahkan mengalami penurunan ke dalam tanah hingga tersangkut.
Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Anton Santoso mengatakan, kendaraan yang tersangkut harus ditarik menggunakan alat berat yang berada di lokasi.
“Sejumlah kendaraan roda empat yang diuji coba melintas masih mengalami penurunan ke dalam tanah hingga tersangkut sehingga kendaraan tersebut harus ditarik menggunakan alat berat,” ujarnya.
Anton mengimbau pengendara, terutama pengguna mobil dan kendaraan berat, agar tidak memaksakan diri melintasi jalur tersebut selama proses perbaikan berlangsung.
Ia menyarankan masyarakat menggunakan jalur alternatif melalui Sibolga, Rantauprapat, atau Pangaribuan-Saipar Dolok Hole.
“Silakan ambil jalur alternatif saja melalui Sibolga, Rantauprapat, ataupun Pangaribuan-Saipar Dolok Hole,” katanya. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Jalan Kolong Tol Lubuk Pakam–Tanjung Morawa di Deli Serdang Banjir Setiap Hari, Rawan Begal






































