Ferry Irwandi Salurkan 2,6 Ton Bantuan untuk Korban Bencana di Sumut dan Aceh

Influencer Ferry Irwandi saat di wawancarai wartawan di kawasan Bandara Kualanamu Deli Serdang (foto: Matius/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Influencer Ferry Irwandi bersama relawan Kita Bisa dan Non-Governmental Organization (NGO) menyalurkan sebanyak 2,6 ton bantuan kemanusiaan untuk korban bencana alam di wilayah Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Bantuan tersebut telah mendarat di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, menggunakan pesawat milik Direktorat Polairud.
Ferry menyebutkan, bantuan yang disalurkan tersebut berasal dari hasil penggalangan dana yang ia lakukan sebelumnya. Setelah dana terkumpul, ia dan timnya langsung mendatangi lokasi-lokasi yang menjadi target penyaluran bantuan.
“Relawan kemarin menggalang dana selama 24 jam, dan ini salah satu titik yang kita datangi di Sumatera Utara karena penerbangan yang paling visible itu di sini,” ujar Ferry Irwandi, Kamis (4/12/2025) di Bandara Kualanamu, Deli Serdang.
Setelah menyiapkan bantuan, hari ini ia dan timnya berangkat dari Jakarta menggunakan helikopter militer Polri dengan membawa 2,6 ton bantuan yang akan dibagikan ke wilayah Sumut dan Aceh.
Aktivis sekaligus YouTuber itu menegaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak berhenti pada angka 2,6 ton. Pihaknya akan terus mendatangkan bantuan lainnya dengan fokus utama pada wilayah yang terisolasi.
“Hari ini kita membawa 2,6 ton dan akan disusul dengan yang lain. Supaya cepat tersalurkan dan fokus utama kita titik-titik yang minim bantuan dan terisolasi. Aceh Tamiang yang kita prioritaskan karena sudah ada masukan juga kemarin dan teman-teman relawan sudah masuk ke sana,” ucapnya.
Ferry menambahkan, hari ini pihaknya mengirim bantuan setara 1,2 dump truk. Penyaluran bantuan akan difokuskan ke kawasan perdesaan, sebab berdasarkan informasi yang diterima, wilayah perkotaan sudah mulai mendapat pasokan bantuan dari berbagai pihak. Meski demikian, timnya akan terus melakukan pertemuan untuk menentukan daerah mana yang paling memungkinkan menerima bantuan berikutnya.
“Kita terus meeting mencari yang paling visible untuk dimasuki. Dana bantuan ini terus bergulir dan perbaikan terus ada. Jadi sustainability kita jaga supaya mencakup semua daerah,” ujarnya mengakhiri.























