Dedi Mulyadi Miris Melihat Hutan Berubah Jadi Sawit di Pasaribu Tobing, Begini Tanggapannya

Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi (KDM) bersama Bupati Masinton Pasaribu di Bandara Pinangsori. (Diskominfo Tapteng/Mistar)
Tapteng, MISTAR.ID
Gubernur Jawa Barat, Dedy Mulyadi (KDM), bersama Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau Om Zein, menyerahkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir bandang dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Kedatangan kedua tokoh tersebut bersama tim relawan dari Jawa Barat menggunakan pesawat Susi Air dan disambut Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, di Bandara Pinangsori, Jumat (5/11/2025).
Dedy Mulyadi, yang akrab disapa Bapak Aing, menyampaikan kunjungan itu merupakan bagian dari gerakan kepedulian lintas wilayah yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memberikan dukungan nyata kepada masyarakat Sumatra Utara yang terdampak bencana.
“Kedatangan kami untuk menyampaikan hasil donasi yang berhasil dikumpulkan saudara-saudara di Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.
Bantuan yang diserahkan berupa bahan pangan seperti beras, minyak goreng, gula, mi instan, sarden, perlengkapan kebersihan pribadi, obat-obatan dasar, serta perlengkapan tidur berupa selimut dan matras.
Baca Juga: Pulih Bertahap, Sibolga–Tapteng Bangkit Pasca Bencana: Jalan Normal, BBM Turun, Warga Mulai Tenang
KDM dan Om Zein juga menemui para korban banjir didampingi Bupati Masinton Pasaribu, sekaligus berdialog dengan warga di sejumlah titik terdampak untuk mendengarkan langsung keluhan dan pengalaman mereka saat berjuang menyelamatkan diri.
Bupati Masinton kemudian mengajak keduanya menggunakan helikopter meninjau kampung kelahirannya di Kecamatan Pasaribu Tobing yang porak-poranda akibat banjir dan longsor.
Dari udara, mereka melihat rumah-rumah yang rusak, warga kehilangan harta benda, dan hutan yang telah beralih fungsi menjadi kebun sawit. KDM beberapa kali terlihat menyeka air mata karena tidak mampu menahan haru.
“Pak Gubernur, ini daerah kami, ini wilayah Pasaribu Tobing, Kabupaten Tapanuli Tengah. Semua perbukitan sudah beralih menjadi sawit. Ini yang di bawah jembatan Desa Simargarap,” ujar Masinton.
Bupati Masinton kemudian meminta pesan dari Dedy Mulyadi. Menanggapi itu, KDM menyampaikan pentingnya menjaga kelestarian hutan dan menolak alih fungsi menjadi kebun sawit.
“Satu, hutan itu adalah rumah kita. Dari hutan lahir kelestarian, sumber air, serta sumber-sumber kesejahteraan lainnya,” katanya.
Ia menambahkan lahan pangan, terutama padi, sangat penting. Jika seluruh lahan berubah menjadi sawit dan lahan padi hilang, maka masyarakat akan kesulitan bertahan saat harga komoditas jatuh.
“Untuk itu, hilangkan keserakahan. Dari dulu moyang kita hidup bahagia tanpa sawit. Dengan maraknya sawit, kita ini menderita. Banyak bencana kita alami. Kembalikan fungsi hutan dan persawahan,” tuturnya,
Sebelumnya, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menyampaikan kehadiran mereka bukan hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga menunjukkan bahwa masyarakat Jawa Barat selalu berada di sisi warga Tapteng, khususnya di Sumatra Utara.
Menurutnya, langkah ini merupakan wujud solidaritas bangsa. Bencana tidak mengenal batas wilayah, dan tanggung jawab bersama juga tidak terbatas.
“Bantuan hari ini adalah awal dari upaya yang lebih luas. Nantinya kita juga akan mendukung pemulihan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat agar mereka kembali mandiri,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Masinton Pasaribu menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas perhatian KDM dan Om Zein.
“Jujur, kami tidak menyangka Tapteng mendapatkan perhatian khusus dari Pak Gubernur dan Bupati. Semoga kunjungan ini membangkitkan semangat warga Tapteng untuk bangkit, dan kiranya Tuhan membalas kebaikan warga Jawa Barat,” tuturnya. (hm25)
BERITA TERPOPULER























