Curahan Hati Anak Korban Bencana Tapsel: Bupati Labuhanbatu Janji Beri Dukungan Pemulihan

Bupati Labuhanbatu mendengarkan keluhan anak" terdampak banjir di posko Batang Toru (Foto: Yazis/Mistar)
Labuhanbatu, MISTAR.ID
Anak-anak korban bencana alam Tapanuli Selatan (Tapsel) yang berada di tenda-tenda pengungsian mengisahkan cerita piluh. Sejumlah anak mengungkapkan rasa takut, kehilangan. Meski diterjang badai yang menyulitkan, mereka juga masih memiliki harapan besar untuk masa depan.
Kondisi itu diketahui setelah Bupati Labuhanbatu dr. Hj Maya Hasmita mendengarkan curahan hati mereka di saat menyalurkan bantuan, pada hari kamis 11/12/2025 siang. Di balik lembapnya tanah, anak-anak berkumpul mendekati rombongan Bupati. Beberapa dari mereka memegang buku tanpa tas sekolah, sebagian lagi hanya berdiam sambil menenteng sepatu yang penuh lumpur.
Ketika diajak berdialog, suara kecil mereka menggambarkan beratnya situasi yang sedang dihadapi “Kami takut air naik lagi, Bu Bupati. Rumah kami habis, barang-barang hanyut,” ucap seorang anak berusia 10 tahun sebut saja Ardan sambil menunduk. Meski masih belia, ia memahami betapa besar kerugian yang dialami keluarganya.
Anak kelas 4 SD ini, juga mengungkapkan kesedihannya kehilangan perlengkapan sekolah. “Buku-buku sekolahku hanyut semua. Aku ingin sekolah lagi, tapi sekarang semuanya hilang,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
"Saya tidak mau lagi tinggal di geroga Bu, (rumah asal mereka), saya takut, harta benda dapat dicari, tapi keluarga yang hilang tidak bisa di ganti". Ratapnya.
Bupati Labuhanbatu mendengarkan curahan hati itu dengan penuh perhatian. Ia menyampaikan bahwa pemerintah Kabupaten Labuhanbatu akan terus memberikan dukungan, baik moral maupun bantuan nyata, untuk membantu anak-anak dan keluarga mereka bangkit dari musibah ini. Ia juga menegaskan pentingnya memastikan pemulihan psikologis, terutama bagi anak-anak yang masih mengalami trauma.
Sebagian anak juga menyampaikan harapan sederhana namun menyentuh. Ada yang berharap bisa kembali bermain di halaman rumah, ada yang rindu bangku sekolah, dan ada pula yang meminta agar banjir tak lagi merenggut tawa mereka.
Baca Juga: Pemkab Labuhanbatu Kirim 12 Truk Bantuan untuk Korban Banjir di Tapteng, Tapsel, dan Taput
Pendamping trauma healing dari Labuhanbatu yang turut hadir menyebut bahwa curahan hati ini adalah langkah awal baik bagi anak-anak untuk memulihkan diri. Mendengarkan langsung keluh kesah mereka memberikan gambaran jelas tentang kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi.
Kehadiran Bupati Labuhanbatu di lokasi pengungsian memberi kehangatan tersendiri bagi para pengungsi, terutama anak-anak. Di tengah bencana yang menyisakan rasa takut dan duka, mereka menemukan ruang untuk bercerita serta harapan bahwa ada pihak yang peduli dan siap membantu mereka bangkit.
Dengan segala keterbatasan yang masih mereka hadapi, curahan hati anak-anak ini menjadi pengingat penting bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya soal membangun rumah dan infrastruktur, tetapi juga memulihkan senyum dan masa depan generasi muda.














