Cuaca Membaik, Pertamina Percepat Pemulihan Suplai BBM dan LPG di Sumut

Pertamina Patra Niaga Sumbagut memulai langkah percepatan pemulihan dan normalisasi penyaluran energi menyusul membaiknya kondisi cuaca di Sumatera Utara. (Foto: PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memulai langkah percepatan pemulihan dan normalisasi penyaluran energi menyusul membaiknya kondisi cuaca di Sumatera Utara. Wilayah ini sebelumnya dilanda bencana akibat hujan ekstrem, angin kencang, dan tanah longsor yang berdampak pada terganggunya jalur logistik.
Berdasarkan laporan operasional hingga 27 November 2025, sebanyak 23 dari 406 SPBU di Sumut dilaporkan terdampak bencana. Gangguan juga terjadi pada penyaluran LPG, di mana 15 agen dan 5 SPBE terdampak, khususnya di rute Pangkalan Susu–Brandan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyampaikan bahwa pemulihan mulai berjalan efektif setelah gelombang laut mereda.
“Dengan membaiknya kondisi cuaca, proses pemulihan mulai berjalan dan kami fokus mempercepat normalisasi penyaluran. Tim kami bergerak menyesuaikan pola suplai, melakukan alih suplai antar terminal, dan mengoptimalkan armada untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” kata Fahrougi, Jumat (28/11/2025).
Membaiknya gelombang laut memungkinkan kapal pengangkut BBM dapat bersandar di Fuel Terminal Medan Group. Sejak hari ini, proses recovery dan normalisasi penyaluran BBM ke SPBU-SPBU terdampak dilakukan secara bertahap. Stok BBM di Lembaga Penyalur tercatat 4.489 KL gasoline dan 1.910 KL gasoil.
Untuk penyaluran LPG, tantangan utama masih berada pada akses darat menuju wilayah Pangkalan Susu yang mengalami kerusakan. Pertamina menerapkan langkah mitigasi berupa Reguler Alternatif Supply (RAE) dari IT Dumai untuk mendukung suplai ke SPPBE yang aksesnya terhambat. Beberapa SPPBE saat ini masih tercatat dapat menyalurkan LPG ke agen.
Fahrougi menyebut beberapa langkah percepatan yang dilakukan Pertamina, meliputi penambahan mobil tangki dari Dumai, pemanfaatan skid tank, penggunaan AE Suplai (Alternative Emergency Supply), penugasan awak mobil tangki dari luar region untuk mempercepat recovery distribusi, serta penyiapan perangkat pendukung seperti Starlink dan genset di titik operasional guna kelancaran koordinasi.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, aparat keamanan, serta para mitra transportir untuk membuka akses yang terhambat dan memastikan jalur distribusi yang masih dapat dilalui tetap aman,” ucap Fahrougi.
Pertamina Patra Niaga Sumbagut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM serta LPG sesuai kebutuhan karena suplai energi terus dalam proses percepatan pemulihan. (hm27)























