BMKG Imbau Warga Tapteng dan Sibolga Waspadai Kabut Asap, Jarak Pandang Turun hingga 4 Km

Ilustrasi kabut asap (Foto: Istimewa/Mistar)
Tapteng, MISTAR.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III F.L. Tobing Tapanuli Tengah (Tapteng) mengeluarkan imbauan terkait fenomena udara kabur akibat asap yang menyebabkan penurunan jarak pandang di Kabupaten Tapteng dan Kota Sibolga.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III F.L. Tobing Tapteng, Ali Mustofa, mengatakan penurunan jarak pandang akibat asap telah terjadi di wilayah Tapteng dan Sibolga dalam beberapa pekan terakhir.
“Kondisi ini seiring dengan terdeteksinya titik panas di wilayah Sumatera Utara bagian selatan serta adanya sebaran asap dari sejumlah wilayah lain,” ujar Ali Mustofa dalam siaran pers Nomor B/ME.02.04/116/FLZ/X/2026 yang diterima MISTAR, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, sebaran asap dari sejumlah daerah, seperti Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kalimantan, berpotensi terbawa angin hingga mencapai wilayah Sibolga dan Tapteng.
Fenomena asap (smoke) yang terjadi di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapteng dalam beberapa pekan terakhir juga terpantau berkaitan dengan keberadaan titik panas (hotspot) di Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang berfluktuasi pada kisaran 5–8 kilometer.
Ketebalan asap di Sibolga dan Tapteng turut diperparah oleh sebaran asap dari wilayah Jambi, Pekanbaru, dan Palembang yang telah memasuki kedua daerah tersebut.
“Hal itu menyebabkan jarak pandang turun hingga sekitar 4–5 km berdasarkan citra satelit Himawari-9 tanggal 13 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB,” katanya.
Menindaklanjuti fenomena tersebut, BMKG mengeluarkan delapan rekomendasi bagi masyarakat, yakni:
- Mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara berkabut atau kualitas udara memburuk.
- Menggunakan masker apabila terpaksa beraktivitas di luar ruangan.
- Menutup pintu dan jendela saat kondisi udara berasap.
- Segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas, terutama bagi penderita gangguan pernapasan.
- Berhati-hati saat berkendara di darat maupun beraktivitas di laut serta mengurangi kecepatan karena jarak pandang berkurang.
- Menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
- Tidak melakukan pembakaran terbuka yang dapat memperburuk kondisi asap.
- Terus memantau informasi dan perkembangan cuaca dari sumber resmi.
“Demikian pernyataan resmi dari BMKG terkait fenomena asap (smoke) yang terjadi di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga saat ini,” pungkas Ali Mustofa.
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER


























































