Tuesday, October 13, 2026
home_banner_first
SUMUT

BAPAM Asahan Gelar Talk Show Edukatif untuk Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Mistar.idSelasa, 13 Oktober 2026 pukul 19.36 WIB
bapam_asahan_gelar_talk_show_edukatif_untuk_cegah_kekerasan_terhadap_perempuan_dan_anak

Wabup Asahan buka kegiatan talk show interaktif lawan kekerasan Perempuan dan anak. (foto:dokumen Diskominfo/Mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID (13/10/2026) – Sejumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Asahan mendorong kelompok mahasiswa untuk ikut peduli dengan menggelar gerakan sadar dan perlawanan melalui talk show edukatif.

Barisan Aspirasi Pemuda dan Mahasiswa (BAPAM) Asahan yang menginisiasi gerakan ini memberikan ruang diskusi edukatif dengan berkolaborasi bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan Anak (P2KBP3A). Kegiatan tersebut digelar di aula Kantor Camat Sei Dadap, Selasa (13/10/2026).

Wakil Bupati Asahan, Rianto, yang turut menjadi pembicara dalam acara tersebut, menyambut baik gerakan yang diinisiasi kelompok mahasiswa ini. Dia menyebut, diperlukan kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan kekerasan di lingkungan keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar.

“Saya bangga melihat gerakan adik-adik mahasiswa yang ikut mengambil bagian dalam melawan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ini merupakan bentuk kepedulian nyata yang patut kita apresiasi dan dukung bersama,” ujar Rianto.

Apalagi, Kabupaten Asahan berpotensi meraih predikat Kabupaten Layak Anak. Peran serta dan kolaborasi lembaga pemerintah dan organisasi sangat dibutuhkan.

Ketua Barisan Aspirasi Pemuda dan Mahasiswa, Bagus Fadillah, mengatakan pihaknya menggagas kegiatan ini berangkat dari keprihatinan terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terus terjadi. Salah satu faktornya adalah kurangnya kesadaran lingkungan sekitar.

“Melalui kegiatan ini kita berusaha membangun ekosistem yang sadar akan pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan. Dimulai dari gerakan kecil ini,” harapnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan portal resmi daerah, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Asahan tercatat sebanyak 174 kasus pada 2025. Asahan juga masuk dalam jajaran wilayah dengan jumlah kasus kekerasan cukup tinggi di Sumut, bersama Kota Gunungsitoli dan Kota Medan. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN