Ayah Temukan Anak Tergantung di Rumah di Siantar Martoba, Sempat Curhat Soal Utang

Ruang Instalasi Jenazah RSUD Djasamen Saragih. (foto:Abdi/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (13/10/2026) — Duka menyelimuti keluarga IS (23), seorang barista di kawasan Siantar Barat, yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Kecamatan Siantar Martoba, Selasa (13/10/2026).
Sebelum ditemukan, IS sempat bercerita kepada ayahnya mengenai persoalan utang yang sedang dihadapinya.
IS meninggalkan seorang istri dan anak yang belum genap berusia satu tahun. Kepergiannya menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga, terutama sang ayah yang terakhir kali berbincang dengannya pada Sabtu sore (10/10/2026).
Saat itu, IS sempat mencurahkan persoalan utang kepada ayahnya. Namun, menurut sang ayah, jumlah utang tersebut disebut tidak terlalu besar.
“Dia bilang ada masalah utang, tapi katanya utangnya nggak besar-besar amat,” ujar ayah IS dengan suara bergetar menahan tangis.
Kekhawatiran sang ayah muncul setelah mendengar cerita anaknya. Pada Minggu (11/10/2026), ia mendatangi rumah IS di Siantar Martoba untuk memastikan kondisinya.
Namun, rumah tersebut terkunci dan tidak ada jawaban ketika ia mencoba menghubungi atau memanggil anaknya.
Keesokan harinya, Senin (12/10/2026), sang ayah kembali mendatangi rumah itu bersama polisi. Mereka memeriksa keadaan dari luar, tetapi tidak menemukan tanda-tanda mencurigakan yang terlihat saat itu.
Kekhawatiran tersebut akhirnya berujung pada penemuan tragis sehari kemudian.
Pada Selasa siang (13/10/2026), sang ayah merasa ada sesuatu yang tidak beres. Ia kemudian memutuskan mendobrak pintu rumah anaknya.
Begitu pintu terbuka, ia melihat lalat hijau di dalam rumah. Saat memeriksa kamar, ia mendapati IS sudah meninggal dunia dalam posisi tergantung.
“Saya dobrak pintunya. Begitu pintu kebuka, saya sudah lihat lalat hijau di dalam. Saya masuk ke kamar, ternyata anak saya sudah tergantung. Saya langsung histeris,” kenangnya.
Penemuan tersebut menggegerkan warga sekitar. Polisi kemudian dipanggil dan jenazah IS dibawa ke RSUD Djasamen Saragih untuk penanganan lebih lanjut.
Tangis keluarga pecah di Instalasi Forensik RSUD Djasamen Saragih saat menunggu proses penanganan jenazah. Di tengah kesedihan, keluarga berusaha menerima kepergian IS sebagai musibah.
Pihak keluarga menyatakan tidak ingin memperpanjang penyelidikan atas peristiwa tersebut. Namun, persoalan utang yang sempat diceritakan IS kepada ayahnya belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematiannya.
IS rencananya disemayamkan dan dimakamkan keluarga pada Rabu (14/10/2026).
Kepergian IS menjadi pukulan berat bagi istri dan anaknya yang masih kecil, serta keluarga yang kini harus menghadapi kehilangan mendalam. (hm27)



















































