Monday, October 12, 2026
home_banner_first
SUMUT

Banjir Langkat Rendam Tiga Kecamatan, Ribuan Warga Mengungsi

Mistar.idSenin, 12 Oktober 2026 pukul 17.49 WIB
banjir_langkat_rendam_tiga_kecamatan_ribuan_warga_mengungsi

Petugas BPBD Langkat melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir di Kabupaten Langkat. (Foto: BPBD Langkat/MISTAR)

news_banner

Langkat, MISTAR.ID – Ribuan warga di tiga kecamatan di Kabupaten Langkat, yakni Besitang, Padang Tualang, dan Salapian, terdampak banjir yang terjadi pada Senin (12/10/2026) dini hari.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Langkat, Ansyari Ramli, mengatakan banjir dipicu meluapnya Sungai Batang Serangan dan Sungai Besitang akibat curah hujan yang tinggi. Puluhan personel gabungan dikerahkan untuk membantu mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman.

“Ribuan warga dari ratusan kepala keluarga saat ini sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman di beberapa posko yang sudah kami sediakan,” ujar Ansyari.

Menurutnya, debit air sungai mulai meningkat sekitar pukul 00.33 WIB hingga Senin pagi. Ketinggian air bervariasi di sejumlah lokasi, yakni Desa Sekoci mencapai 100–150 sentimeter, Desa Arasnapal 50–100 sentimeter, dan Kelurahan Kampung Lama 10–30 sentimeter.

Di Kecamatan Besitang, warga terdampak tersebar di sejumlah dusun. Rinciannya, Dusun Sejambu sebanyak 220 kepala keluarga (KK), Dusun Sidodadi 240 KK, Dusun Pantai Pulau 75 KK, Dusun Suka Ramai 114 KK, dan Dusun Sekoci 70 KK.

“Warga terdampak banjir kini telah mengungsi ke posko penampungan, yakni Posko Dusun Sekoci sebanyak 40 KK, Posko Dusun Sidodadi 80 KK, Posko Dusun Suka Ramai 120 KK, dan Posko Dusun Sejambu 30 KK,” jelasnya.

Sementara itu, di Kecamatan Padang Tualang, banjir melanda Dusun I Sumur Bor, Desa Tebing Tanjung Selamat, dengan ketinggian air berkisar 20–60 sentimeter.

Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 116 KK terdampak banjir di wilayah tersebut. Dari jumlah itu, 40 KK telah mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Adapun di Kecamatan Salapian, hujan deras menyebabkan tanah di sekitar fondasi jembatan di Desa Ujung Teran tergerus. Kondisi tersebut mengakibatkan tembok penahan tanah (TPT) mengalami longsor.

Ansyari mengatakan BPBD bersama tim gabungan lintas sektoral masih melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak. Puluhan petugas dikerahkan untuk membantu evakuasi warga dan memastikan keselamatan masyarakat.

Hingga laporan ini disampaikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir tersebut.

“Kami juga telah mendistribusikan bantuan logistik berupa makanan dan minuman untuk warga terdampak banjir, serta melakukan pendataan lanjutan di tengah kondisi cuaca yang masih diguyur hujan rintik,” sebutnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN