Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
SUMUT

Awal 2026, Kunjungan Wisman ke Sumut Turun 4,07 Persen, Turis Tiongkok Justru Melonjak

Mistar.idMinggu, 8 Maret 2026 pukul 18.47 WIB
awal_2026_kunjungan_wisman_ke_sumut_turun_407_persen_turis_tiongkok_justru_melonjak

Ilustrasi, Kunjungan Wisman ke Sumut Turun 4,07 Persen, Turis Tiongkok Justru Melonjak. (foto:antara/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Sektor pariwisata Sumatera Utara (Sumut) mengawali tahun 2026 dengan pergerakan yang cenderung melandai. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Januari 2026 mencapai 22.583 kunjungan, mengalami penurunan sebesar 4,07 persen dibandingkan Desember 2025 (month to month).

Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, menjelaskan bahwa penurunan ini merupakan tren yang wajar di awal tahun dan masih lebih baik dibandingkan penurunan nasional yang mencapai 17,13 persen pada periode yang sama.

Pintu masuk udara masih menjadi jalur utama para pelancong internasional. Sebanyak 99,28 persen atau 22.421 wisman masuk melalui Bandara Internasional Kualanamu, sementara jalur laut melalui Pelabuhan Belawan dan Teluk Nibung hanya berkontribusi sebesar 0,72 persen.

Dari sisi asal negara, Malaysia tetap kokoh sebagai pasar utama pariwisata Sumut dengan kontribusi 57,12 persen. Namun, sorotan utama tertuju pada peningkatan signifikan wisatawan asal Tiongkok.

“Secara tahunan (year on year), kunjungan wisman asal Tiongkok melonjak drastis sebesar 71,43 persen, dari 532 kunjungan pada Januari 2025 menjadi 912 kunjungan pada Januari 2026. Sebaliknya, penurunan terdalam dialami wisatawan asal Singapura yang anjlok 46,24 persen secara bulanan,” kata Asim, Senin (9/3/2026).

Sejalan dengan penurunan jumlah kunjungan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumatera Utara rata-rata berada di angka 42,92 persen.

“Hotel bintang 5 menjadi favorit dengan TPK tertinggi mencapai 53,58 persen. Sementara itu, hotel bintang 1 mencatat okupansi terendah di angka 26,24 persen, dan hotel nonbintang justru mengalami kenaikan tipis sebesar 0,71 persen poin menjadi 25,32 persen,” ucapnya.

Meskipun jumlah kunjungan menurun, kabar baik datang dari rata-rata lama menginap. Para tamu, khususnya wisman, cenderung menghabiskan waktu lebih lama di Sumatera Utara pada awal tahun ini.

“Rata-rata lama menginap tamu asing di hotel bintang pada Januari 2026 mencapai 1,54 malam, naik dibandingkan Desember 2025 yang sebesar 1,44 malam. Sementara tamu domestik (Indonesia) rata-rata menginap selama 1,26 malam,” ujar Asim menambahkan.

Hotel bintang 4 menjadi klasifikasi yang paling disukai untuk durasi menginap lebih lama dengan rata-rata mencapai 1,40 malam. Peningkatan durasi menginap ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi para pelaku usaha jasa perhotelan dan ekonomi kreatif di sekitar destinasi wisata. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN