Tuesday, June 23, 2026
home_banner_first
SUMUT

Asahan Masuk Tiga Besar Kandidat Kabupaten Anti Korupsi 2026, Wabup Rianto Minta OPD Perkuat Integritas

Mistar.idSelasa, 23 Juni 2026 pukul 17.13 WIB
asahan_masuk_tiga_besar_kandidat_kabupaten_anti_korupsi_2026_wabup_rianto_minta_opd_perkuat_integritas

Wabup Asahan Rianto menekankan penguatan persiapan Kabupaten Anti Korupsi saat membuka Rakorpem. (foto:istimewa/mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID – Wakil Bupati Asahan, Rianto, membuka Rapat Koordinasi Pemerintahan (Rakorpem) Kabupaten Asahan bulan Juni 2026 di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Selasa (23/6/2026). Dalam kesempatan itu, Rianto menekankan pentingnya penguatan persiapan menuju penilaian Kabupaten Anti Korupsi Tahun 2026.

Dalam arahannya, Rianto menyebut Rakorpem merupakan forum strategis untuk menyelaraskan pelaksanaan program pemerintahan dan pembangunan daerah. Melalui forum tersebut, berbagai informasi penting dapat disampaikan sekaligus menjadi sarana koordinasi antarperangkat daerah.

“Sinkronisasi program dan komunikasi yang baik menjadi faktor penting agar pelaksanaan tugas pemerintahan dapat berjalan efektif, berkelanjutan, dan sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Asahan,” ujarnya.

Selain itu, Rianto meminta seluruh kepala OPD, camat, dan kepala puskesmas untuk memperkuat pembinaan terhadap jajaran masing-masing. Pengawasan internal juga diminta terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Hal tersebut sejalan dengan program prioritas Pemerintah Kabupaten Asahan yang mengusung konsep Asahan Clean Governance atau pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

Dalam Rakorpem tersebut, Rianto mengungkapkan Kabupaten Asahan saat ini masuk dalam tiga besar kandidat Kabupaten Anti Korupsi Tahun 2026 yang digagas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

“Pencapaian itu menjadi momentum penting bagi seluruh perangkat daerah untuk semakin memperkuat komitmen dalam membangun budaya birokrasi yang transparan, profesional, dan bebas dari praktik korupsi,” ujarnya.

Karena itu, Rianto meminta Inspektorat Kabupaten Asahan bersama seluruh pemangku kepentingan terkait untuk terus memperkuat koordinasi dan mempersiapkan seluruh tahapan yang dibutuhkan dalam proses penilaian.

Menurutnya, keberhasilan meraih predikat Kabupaten Anti Korupsi bukan hanya menjadi kebanggaan pemerintah daerah, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas dan berintegritas.

“Sinergi seluruh perangkat daerah dapat terus ditingkatkan agar berbagai program pembangunan berjalan optimal, sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Asahan yang bersih, harmonis, dan berdaya saing,” pesannya. (hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN