Air Terjun Simarsasar Mengering, Warga Duga Aliran Air Dialihkan ke Pipa PDAM

Kondisi air terjun Simarsasar, Desa Boho, Kecamatan Sianjur Mula-mula yang mengering. (Foto: Pangihutan/mistar)
Samosir, MISTAR.ID
Air Terjun Simarsasar Desa Boho, Kacamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir dilaporkan mengering total pada Kamis (27/11/2025). Kondisi tersebut memicu keluhan warga karena situs alam yang menjadi ikon ziarah dan destinasi lokal itu tidak lagi mengalirkan air seperti biasanya.
Informasi itu disampaikan warga Kecamatan Sianjur Mula-mula, Saut Limbong, yang menyebut aliran air di lokasi kini hilang sama sekali. “Kondisi Air Terjun Simarsasar saat ini kering, tidak ada airnya,” ujarnya.
Terjadinya keringnya air terjun tersebut disebabkan oleh pengalihan aliran air dari sumber utama ke pipa induk oleh PDAM Tirtanadi Cabang Pangururan.
"Dugaan ini muncul setelah masyarakat melihat seluruh aliran air di bagian atas diduga masuk ke jaringan pipa perusahaan daerah tersebut," tuturnya.
Air Terjun Simarsasar selama ini dikenal sebagai ikon air terjun mini dan salah satu situs ziarah yang sering dikunjungi masyarakat. Bahkan, lokasi itu telah menjadi identitas budaya setempat hingga muncul pada brand mobil tangki air bertuliskan 'Simarsasar'.
Ditambahkan Saut, hilangnya aliran air dinilai warga tidak hanya merusak nilai spiritual dan sejarah lokasi, tetapi juga mengancam ekosistem alam sekitarnya. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada lingkungan dan aktivitas masyarakat yang selama ini bergantung pada keberadaan situs tersebut.
Masyarakat setempat meminta pihak PDAM dan instansi terkait segera meninjau ulang pengelolaan air di kawasan tersebut. “Kami memohon agar perusahaan daerah Sumatera ini tidak menghilangkan situs dan ekosistem alam,” katanya.
Hingga kini, Kepala PDAM Tirtanadi Cabang Pangururan, Sidarmayaah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan keterangan mengenai dugaan pengalihan aliran air maupun penyebab mengeringnya Air Terjun Simarsasar tersebut.






















