SPBU Saribudolok Resmi Beroperasi, Petani Simalungun Tak Perlu Jauh Beli BBM

Kendaraan mengisi BBM saat peresmian SPBU Saribudolok, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun. (Foto: Dok. SPBU Saribudolok/MISTAR)
Simalungun, MISTAR.ID (9/10/2026) – Petani dan sopir angkutan umum di wilayah Simalungun daerah bagian atas kini bisa bernapas lega. Setelah lama kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 14.211.307 Bandar Hinalang, Saribudolok, akhirnya resmi beroperasi untuk melayani kebutuhan masyarakat.
Pirhot Purba, seorang petani setempat, mengaku terbantu dengan beroperasinya SPBU tersebut. Selama ini, ia harus pergi ke Raya atau Pematangsiantar untuk membeli BBM sekaligus berbelanja kebutuhan pertanian.
BBM yang dibelinya digunakan untuk mengoperasikan mesin pompa air, mesin pemotong rumput, dan sesekali traktor.
"Syukur kali lah sekarang ini sudah dekat belinya. Kalau sebelumnya, beli minyak ke Raya atau Siantar sekalian belanja obat-obatan," kata Pirhot, Jumat (9/10/2026).
Bagi petani seperti Pirhot, jarak menjadi persoalan tersendiri. Selain harus mengeluarkan biaya perjalanan, mereka juga kehilangan waktu yang seharusnya dapat digunakan untuk mengurus tanaman.
Marudut Sinaga, petani lainnya, turut menyambut baik beroperasinya SPBU tersebut. Ia menceritakan bahwa warga sebelumnya sempat membeli BBM ke Kabupaten Karo. Namun, belakangan mereka tidak lagi bisa melakukannya karena penggunaan barcode untuk pembelian BBM bersubsidi harus mengikuti ketentuan wilayah setempat.
"Dulu sempat beli ke Karo, tapi belakangan ini tidak bisa lagi karena pakai barcode Simalungun, harus pakai barcode Karo. Baguslah sekarang di sini sudah buka. Kita memang sangat butuh," ujarnya.
SPBU milik PT Trijaya Bona Berkarya tersebut diresmikan melalui acara grand opening pada Selasa (6/10/2026). Sejumlah perwakilan Pemerintah Kabupaten Simalungun, pihak Pertamina, pengusaha, tokoh agama, dan masyarakat menghadiri acara tersebut.
Pemilik SPBU, Boston Robin Haryadi Purba, mengatakan bahwa keputusan membangun SPBU di Saribudolok berangkat dari kondisi yang selama ini ia lihat. Warga harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan BBM, padahal bahan bakar tersebut dibutuhkan untuk berbagai keperluan.
Menurut Boston, masyarakat selama ini harus menempuh perjalanan sekitar 25 kilometer menuju Pematangsiantar atau Merek, Kabupaten Karo, untuk membeli BBM.
"Saya melihat masyarakat susah mencari minyak. Petani membutuhkan BBM untuk bekerja di ladang, masyarakat juga perlu untuk transportasi, termasuk mengantar anak sekolah. Ada yang harus pergi jauh dan mengantre di daerah lain," katanya.
SPBU Bandar Hinalang kini menyediakan Pertalite, Pertamax, dan Bio Solar. Kehadirannya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan BBM warga Saribudolok dan kecamatan sekitarnya.
Bagi masyarakat setempat yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh untuk membeli bahan bakar, beroperasinya SPBU ini bukan sekadar menambah tempat pengisian BBM. Kehadirannya diharapkan dapat menghemat waktu dan biaya perjalanan sehingga warga tidak perlu pergi ke daerah lain hanya untuk mendapatkan bahan bakar.

















































