Petani Kentang Simalungun Waswas Gagal Panen akibat Hujan, Tanaman Terserang Malotup

Ilustrasi petani kentang hadapi musim hujan (Foto: AI)
Simalungun, MISTAR.ID (8/10/2026) - Petani kentang di Kecamatan Silimahuta, Kabupaten Simalungun, mulai waswas mengalami gagal panen di tengah tingginya intensitas hujan. Petani khawatir tanaman kentang terserang malotup atau penyakit busuk daun.
Aldi Sipayung mengatakan serangan malotup menjadi persoalan tersendiri bagi petani. Tanaman yang sudah terserang sulit dipulihkan dan membutuhkan waktu cukup lama.
"Kalau sudah terkena, payah penyembuhannya dan waktunya lama," kata Aldi, Kamis (8/10/2026).
Menurut Aldi, dampak serangan malotup tidak hanya terjadi pada daun. Pertumbuhan umbi juga ikut terganggu. Kentang yang seharusnya berkembang menjadi besar bisa tetap berukuran kecil akibat kondisi tanah yang terlalu lembap.
"Lebih cepat penyembuhan tanaman cabai. Kentang ini langsung kecil umbinya kalau sudah malotup," ujarnya.
Ia mengatakan kelembapan menjadi salah satu persoalan yang dihadapi petani saat musim hujan. Karena itu, tanaman harus lebih diperhatikan agar serangan penyakit tidak semakin parah.
"Iya, musim penghujan memang, jadi terlalu lembap," katanya.
Untuk mengatasi serangan tersebut, Aldi sejauh ini masih mencari informasi secara mandiri. Internet menjadi salah satu sumbernya untuk mempelajari cara menangani tanaman yang terserang.
"Sekarang ini hanya melihat cara dari internet untuk mengobatinya, disemprot, dikasih obat. Mudah-mudahan manjur," ucapnya.
Ia berharap ada perhatian dari pemerintah, terutama berupa edukasi kepada petani mengenai cara menangani penyakit pada tanaman kentang.
Di sisi lain, harga kentang di tingkat petani kini berada di kisaran Rp7.000-Rp8.000 per kilogram. Harga tersebut jauh lebih baik dibandingkan pada awal hingga pertengahan 2026 yang hanya sekitar Rp2.000-Rp3.000 per kilogram.
Namun, petani juga harus mengeluarkan modal untuk mendapatkan bibit. Aldi menyebut harga bibit kentang yang dianggap bagus berada di kisaran Rp3.000 per biji.
"Biasanya harga segitu sudah bibit yang bagus," katanya.
Sementara itu, harga kentang di tingkat pedagang sayuran di Kecamatan Panei dijual Rp10.000-Rp12.000 per kilogram untuk kentang yang masih berkulit. Sementara kentang kupas mencapai Rp15.000-Rp17.000 per kilogram.
















































