Melonkholis Farm di Pematangsiantar Tawarkan Wisata Petik Melon Hidroponik Rp45 Ribu per Kilogram

Melonkholis Farm di Pematangsiantar. (foto:abdi/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (14/10/2026) – Semua bermula dari sekadar mengisi waktu luang di halaman rumah. Ismail Syahrizal Harahap, yang dulu hanya menanam demi hobi, kini mulai menikmati hasilnya. Lewat hidroponik, ia menyulap lahan seluas 600 meter persegi menjadi Melonkholis Farm, oasis hijau yang bukan hanya enak dipandang, tetapi juga menghasilkan cuan.
Kebun Ismail berdiri di Jalan Letda Usmansjah Saragih, Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba. Tempat ini bukan sembarang lahan karena kini menjadi bukti bahwa pertanian urban bisa menarik dan memiliki daya tarik, bahkan bagi anak muda.
Ismail tidak tiba-tiba mahir. Ia belajar bersama sahabatnya, mencoba berbagai teknik hidroponik hingga benar-benar memahaminya. Ketika merasa sudah cukup menguasai ilmunya, mereka memutuskan untuk naik level dan membuka kebun secara profesional.
“Saat ini kami menanam sekitar 845 benih melon hidroponik varietas Vietnam V95 Promax,” kata Ismail di sela aktivitasnya saat ditemui Mistar.id, Rabu (14/10/2026).
Panen perdana mereka menjadi momen spesial. Banyak orang penasaran dan ingin mencoba memetik melon langsung dari pohonnya. Melonkholis Farm pun tidak ingin melewatkan peluang tersebut dan langsung membuka wisata petik melon. Awalnya, kegiatan itu hanya direncanakan berlangsung pada Minggu (11/10/2026). Namun, karena warga terus berdatangan, mereka akhirnya memperpanjangnya hingga Jumat (16/10/2026), dari pagi hingga menjelang magrib.
Pengalaman di kebun ini terjangkau dan seru. Pengunjung bisa langsung mencicipi melon segar secara gratis di lokasi. Jika ingin membawa pulang, pengunjung tinggal membayar Rp45.000 per kilogram. Harganya seragam dan praktis.
“Kami membebaskan pengunjung mencicipi melon gratis sepuasnya di kebun. Kalau mau memetik dan membawa pulang, harganya seragam Rp45.000 per kilogram,” ujar Ismail sambil tersenyum santai.
Namun, Melonkholis Farm tidak hanya menawarkan melon manis. Tempat ini sekarang menjadi ruang edukasi terbuka, terutama bagi anak-anak sekolah. Teknik hidroponik yang digunakan disebut higienis, sementara melonnya diklaim bebas pestisida kimia. Hal ini menjadi daya tarik bagi orang tua yang ingin mengajak anak mengenal dunia pertanian.
Inovasi Ismail dan temannya menjadi bukti bahwa pertanian modern dapat memberikan nilai tambah. Mereka bukan hanya memperoleh keuntungan, tetapi juga menghadirkan agrowisata edukatif yang menawarkan pengalaman mengenal pertanian sekaligus menikmati buah segar bagi warga Pematangsiantar. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Puluhan Tahun Rusak, Warga Bayu Muslimin Gotong Royong Perbaiki Jalan dengan Biaya Sendiri

























































