Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

MBG Tetap Disediakan pada Bulan Ramadan 2026, Skema Makanan Kering Kembali Disiapkan

Mistar.idSelasa, 27 Januari 2026 18.44
journalist-avatar-top
HH
mbg_tetap_disediakan_pada_bulan_ramadan_2026_skema_makanan_kering_kembali_disiapkan

Menu hidangan MBG yang akan disantap siswa SMP Negeri 7 Pematangsiantar. (Foto: dok/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadan 2026 yang tinggal menghitung hari. Pemerintah memilih skema penyaluran yang adaptif dengan kebutuhan puasa, yakni dengan membagikan makanan kering yang dapat dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka.

Skema ini bukan hal baru, pola serupa telah diterapkan pada Ramadan tahun lalu dan dinilai relatif efektif menjaga kesinambungan asupan gizi bagi penerima manfaat tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah puasa.

Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) BGN Kota Pematangsiantar, Dinda Lestari, menyampaikan tahun ini, pendekatan tersebut kembali disiapkan, sembari menunggu arahan teknis lanjutan dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait mekanisme distribusinya.

"Prinsipnya MBG tetap diberikan selama Ramadan. Bentuknya makanan kering yang bisa dibawa pulang untuk berbuka puasa,” ujar sumber pelaksana program. Namun demikian, detail teknis penyaluran termasuk waktu distribusi dan jenis paket masih menunggu petunjuk resmi dari BGN," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (27/1/2026).

Yang menjadi penekanan pemerintah adalah aspek mutu gizi, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disebut telah dilengkapi tenaga ahli gizi yang bertanggung jawab memastikan makanan yang dibagikan memenuhi standar kecukupan gizi.

"⁠Yang dibagikan sudah memenuhi standar, karena di setiap SPPG sudah memiliki ahli gizi masing-masing, dan makanan yang diberikan disesuaikan dengan angka kecukupan gizi masing-masing penerima manfaat baik itu siswa, B3 maupun tenaga pendidik," ujarnya.

Penerima manfaat MBG mencakup siswa, kelompok B3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita), serta tenaga pendidik. Masing-masing memiliki angka kecukupan gizi yang berbeda, dan itu menjadi dasar penyusunan paket makanan selama Ramadan.

Pendekatan berbasis gizi ini penting, sambungnya, mengingat bulan puasa kerap menjadi periode rawan penurunan asupan nutrisi, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Dengan skema makanan kering bergizi, pemerintah berharap MBG tetap berfungsi sebagai bantalan sosial sekaligus intervensi gizi, meski pola makan masyarakat berubah selama Ramadan.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN