Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

KPAD Pematangsiantar: 59 Pasien HIV Rutin Konsumsi ARV, Kelompok LSL Mendominasi

Mistar.idSabtu, 4 April 2026 20.53
journalist-avatar-top
AS
kpad_pematangsiantar_59_pasien_hiv_rutin_konsumsi_arv_kelompok_lsl_mendominasi

Ilustrasi AIDS. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Pematangsiantar merilis data terbaru perkembangan kasus HIV/AIDS sepanjang tahun 2025. Tercatat, sebanyak 143 orang dinyatakan positif HIV, di mana 59 di antaranya kini menjalani pengobatan rutin Antiretroviral (ARV).

Kepala KPAD Pematangsiantar, Dedi Purwanto, mengatakan angka tersebut dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan kepatuhan pengobatan bagi Orang Dengan HIV (ODHIV).

Dari total 59 pasien yang mengonsumsi ARV seumur hidup secara rutin, KPAD memetakan faktor risiko yang cukup beragam. Kelompok Lelaki Suka Lelaki (LSL) mendominasi angka tersebut, disusul oleh populasi umum.

Berikut adalah rincian data konsumsi ARV berdasarkan faktor risiko sepanjang 2025, LSL (Lelaki Suka Lelaki) sebanyak 29 orang, populasi umum 11 orang, pasien TB (Tuberkulosis) 4 orang, pelanggan pekerja Seks (PS) 4 orang, ibu hamil 3 orang, pasangan ODHIV 3 orang, waria 3 orang, pasangan risiko tinggi (Risti) 2 orang.

Dedi Purwanto menjelaskan tantangan terbesar saat ini bukan hanya pada penemuan kasus, melainkan memastikan pasien yang sudah terdiagnosa mau dan disiplin menjalani pengobatan.

"Sepanjang tahun 2025, kita mendeteksi ada 143 warga yang positif HIV. Namun, dari jumlah tersebut, yang terpantau aktif dan rutin mengonsumsi ARV seumur hidup baru mencapai 59 orang. Ini menjadi perhatian serius kami karena ARV adalah kunci utama bagi ODHIV untuk tetap produktif dan menekan risiko penularan," ujarnya kepada Mistar.id, Sabtu (4/4/2026).

Dedi menambahkan bahwa pengobatan ARV harus dilakukan tanpa putus untuk menekan jumlah virus dalam darah hingga ke tingkat yang tidak terdeteksi (undetectable).

KPAD Pematangsiantar terus menghimbau warga untuk tidak memberikan stigma negatif kepada ODHIV. Sebaliknya, dukungan keluarga dan lingkungan sangat dibutuhkan agar pasien tetap semangat menjalani pengobatan.

"Kita berkomitmen untuk terus menekan angka penularan baru (Three Zeroes) melalui edukasi yang masif ke seluruh lapisan masyarakat," ucapnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN