Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Kecelakaan Berulang, Palang Pintu Kereta di Jalan Tambun Siantar Belum Juga Dipasang

Mistar.idSelasa, 2 Juni 2026 pukul 14.27 WIB
kecelakaan_berulang_palang_pintu_kereta_di_jalan_tambun_siantar_belum_juga_dipasang

Perlintasan Rel Kereta Api tanpa palang di Kelurahan Tambun Nabolon. (Foto: Abdi/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Meski kecelakaan kereta api berulang kali terjadi, palang pintu di perlintasan Jalan Tambun, Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, belum juga dipasang hingga Selasa (2/6/2026).

Kondisi ini terus menimbulkan kekhawatiran bagi warga dan pengendara yang melintas di lokasi tersebut.

Salah seorang pengendara sepeda motor, Riski, yang sering melintas di jalan tersebut mengatakan palang pintu sangat dibutuhkan masyarakat di kawasan ini karena tingginya mobilitas kendaraan.

“Kenapa masih belum dibangun juga palang pintu kereta api di sini. Padahal sudah sering terjadi kecelakaan,” ujar Riski kepada Mistar.

Kekhawatiran serupa juga disampaikan oleh Sidik, warga yang tinggal di sekitar perlintasan tersebut. Ia mengaku sangat cemas dengan pembiaran yang sudah berlangsung lama, terutama saat cuaca buruk atau di malam hari.

“Sudah lama perlintasan ini tidak ada palang pintunya. Setiap kereta lewat, pengendara harus berhenti dan melihat sendiri. Sangat berbahaya, apalagi kalau malam hari atau saat hujan,” tutur Sidik.

Sidik membenarkan banyaknya insiden kecelakaan karena tidak ada palang pintu di lokasi tersebut.

“Sudah banyak yang hampir tertabrak. Bahkan, pernah juga ada korban meninggal dunia karena tertabrak kereta api. Kami berharap ada perhatian serius sebelum jatuh korban lagi,” ucapnya.

Melihat situasi yang kian mengkhawatirkan, warga mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar bersama pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) segera memasang palang pintu hingga menempatkan petugas resmi karena dinilai sudah sangat mendesak.

“Jangan tunggu ada korban lagi baru bertindak. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama,” ujarnya. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN