Kabut Asap Makin Tebal di Parapat, Jarak Pandang Terbatas dan Nakhoda Diminta Waspada

Jarak Pandang terbatas di Danau Toba. (foto:indra/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID (15/10/2026) – Kabut asap yang menyelimuti Parapat, Kabupaten Simalungun, semakin tebal dalam beberapa hari terakhir. Dari Kantor Camat Girsang Sipangan Bolon, Danau Toba masih terlihat, tetapi pemandangannya tak lagi leluasa seperti hari biasa.
"Biasanya dari kantor, pemandangan Danau Toba bisa dinikmati. Sekarang ini tetap masih terlihat, tapi tidak seperti biasanya," kata Camat Girsang Sipangan Bolon, Victor Saragih, Kamis (15/10/2026).
Victor mengatakan, kabut semakin pekat setiap hari. Matahari pun tak mampu menembusnya. Di beberapa titik, jarak pandang di daratan disebut tinggal puluhan meter.
"Sudah sangat terbatas kegiatan, sudah gelap semua, matahari pun tak tembus," ujarnya.
Kondisi serupa turut menjadi perhatian otoritas pelayaran di Danau Toba. Jarak pandang di sejumlah wilayah perairan dilaporkan sekitar satu kilometer. Kapal masih beroperasi normal, tetapi nakhoda diminta lebih berhati-hati.
Pelaksana Tugas Kepala KSOPP Danau Toba, Torra Hasugian, mengatakan pihaknya mengingatkan nakhoda agar menyesuaikan pelayaran dengan kondisi di lapangan.
"Pelayaran masih berjalan normal hingga hari ini. Namun, dengan jarak pandang satu kilometer, nakhoda harus meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan pelayaran dengan kondisi perairan," kata Torra.
Nakhoda juga diminta mematuhi Peraturan Pencegahan Tubrukan di Laut (P2TL), menjaga jarak aman, dan mengatur kecepatan kapal. Menurut Torra, perubahan jarak pandang harus terus diperhatikan selama pelayaran.
Di tengah kondisi tersebut, Ketua GMKI Pematangsiantar-Simalungun, Yova Ivo Cordiaz Purba, meminta Pemkab Simalungun tidak hanya mengeluarkan imbauan kepada masyarakat.
Ia meminta pemerintah turun langsung untuk memantau kualitas udara dan menyiapkan layanan kesehatan bagi warga yang terdampak. "Dinas Kesehatan, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, puskesmas, dan rumah sakit harus berkoordinasi menghadapi kondisi ini," kata Yova dalam keterangan tertulis.
Langkah pemerintah, kata Yova, sangat dibutuhkan agar masyarakat tidak dibiarkan menghadapi dampak kabut asap tanpa perlindungan dan pelayanan yang memadai. (hm27)





















































