Kabut Asap Karhutla, Guru dan Siswa di Pematangsiantar Diimbau Pakai Masker

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar, Syaiful Rizal. (Foto: Abdi/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID - Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar mengimbau guru dan siswa jenjang PAUD, SD, dan SMP untuk menggunakan masker saat beraktivitas, khususnya di lingkungan sekolah. Imbauan ini disampaikan sebagai dampak meningkatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pematangsiantar, Syaiful Rizal, mengatakan pihak sekolah perlu mewaspadai kondisi kualitas udara yang kurang baik di sekitar lingkungan sekolah. Apabila kabut asap semakin tebal, aktivitas di luar ruangan diminta untuk dikurangi.
“Kualitas udara berada dalam kategori sedang hingga tidak sehat, termasuk di wilayah Kota Pematangsiantar,” ujar Syaiful Rizal, Kamis (15/10/2026).
Lebih lanjut, dia mengatakan demi menjaga kesehatan dan mencegah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), seluruh peserta didik, guru, dan tenaga pendidik pada semua jenjang diimbau untuk menggunakan masker.
“Gunakan masker selama proses belajar mengajar maupun dalam kehidupan sehari-hari. Dimulai 16 Oktober 2026 hingga kualitas udara kembali bersih,” ujar Syaiful.
Selain itu, pihaknya mengimbau seluruh masyarakat di Pematangsiantar untuk melindungi diri dan keluarga, mencegah ISPA serta penyakit pernapasan lainnya, dan menjaga kesehatan bersama.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan kondisi kualitas udara pada 15 Oktober 2026, kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Utara berada dalam kategori sedang hingga tidak sehat.
Hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Kualanamu, Stasiun Meteorologi Aek Godang, dan Stasiun Meteorologi Silangit pada 15 Oktober 2026 pukul 09.00 WIB juga menunjukkan penurunan jarak pandang berkisar antara 1-3 km.
Masyarakat yang berada di wilayah dengan jarak pandang rendah akibat kabut dan asap diimbau untuk berhati-hati saat berkendara, mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta menyalakan lampu kendaraan sesuai kebutuhan.
Masyarakat juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk dan menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel asap. (hm25)

























































