Wednesday, October 14, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Dinkes Pematangsiantar Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah Akibat Kabut Asap

Mistar.idRabu, 14 Oktober 2026 pukul 14.28 WIB
dinkes_pematangsiantar_imbau_warga_kurangi_aktivitas_di_luar_rumah_akibat_kabut_asap

Kabut asap dampak karhutla terpantau cukup tebal menyelimuti udara di Kota Pematangsiantar hingga menurunkan jarak pandang, Rabu (14/10/2026). (Foto: Hamzah/Mistar)

Pematangsiantar, MISTAR.ID - Menyikapi kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Pematangsiantar, Dinas Kesehatan (Dinkes) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga pola hidup sehat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pematangsiantar, Urat Simanjuntak. Ia mengimbau masyarakat agar dapat mengantisipasi secara mandiri dampak buruk paparan asap terhadap tubuh. Hal ini penting dilakukan saat kondisi udara memburuk.

“Langkah ini penting untuk menghindari paparan partikel berbahaya yang terbawa asap dan dapat mengganggu kesehatan tubuh, khususnya terhadap kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan juga ibu hamil,” ujar Urat Simanjuntak, Rabu (14/10/2026).

Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan masyarakat, yakni mengurangi aktivitas di luar rumah serta rajin mengonsumsi air putih untuk menjaga kecukupan cairan tubuh.

“Penerapan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi dan air putih, serta beristirahat yang cukup. Jangan lupa memakai masker saat beraktivitas di luar rumah,” ujarnya.

Dinkes Pematangsiantar juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan, seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, tenggorokan terasa perih, maupun keluhan lainnya yang muncul setelah terpapar kabut asap.

“Apabila mengalami gejala yang memburuk, masyarakat dianjurkan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat,” imbaunya.

Berdasarkan pantauan Mistar, kabut asap dampak karhutla terpantau cukup tebal menyelimuti udara di Kota Pematangsiantar pada Rabu (14/10/2026). Kabut asap tersebut juga menyebabkan penurunan jarak pandang.

Terpisah, asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan, Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau terdeteksi berada di seluruh wilayah Sumatera Utara (Sumut) pada Rabu (14/10/2026).

Deteksi kiriman asap karhutla tersebut disampaikan Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, dalam keterangan tertulisnya.

“Terdeteksi asap di seluruh wilayah Sumut hari ini sebagaimana hasil pantauan citra satelit pada pukul 08.00 WIB,” katanya.

Hendro mengatakan jarak pandang mengalami penurunan berkisar antara 1-4 kilometer berdasarkan hasil pengamatan dari Stasiun Meteorologi Aek Godang dan Stasiun Meteorologi Silangit. Kualitas udara di Sumut secara umum, kata Hendro, berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan karena paparan asap saat ini tengah menyelimuti 33 kabupaten/kota di Sumut.

Jika harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut. Para kepala daerah juga diimbau berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri setempat serta terus mengikuti informasi yang disampaikan BBMKG Wilayah I Medan.

Sementara itu, berdasarkan pengamatan awak Mistar, udara di wilayah Kota Medan dan sekitarnya, terutama di Kecamatan Medan Deli, tampak berkabut dan mengalami penurunan jarak pandang. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN