Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Joshua Siahaan Bagikan 2.000 Takjil untuk Warga Pematangsiantar

Mistar.idMinggu, 15 Maret 2026 17.12
AN
AS
joshua_siahaan_bagikan_2000_takjil_untuk_warga_pematangsiantar

Joshua Franklin Siahaan saat berbagi takjil untuk warga Pematangsiantar. (Foto: Abdi/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Seorang pemuda di Pematangsiantar membagikan 2.000 paket takjil kepada warga yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Kegiatan sosial tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan di tengah keberagaman.

Pemuda tersebut adalah Joshua Franklin Siahaan, seorang pemuda Kristen Protestan. Ia membagikan ribuan paket takjil kepada pengendara dan warga yang melintas di Jalan Merdeka, tepatnya di depan Lapangan Parkir Pariwisata Kota Pematangsiantar, pada Sabtu (14/3/2026).

Meski sempat diguyur hujan, kegiatan berbagi takjil tetap berlangsung dengan lancar. Warga yang melintas tampak antusias menerima takjil yang dibagikan menjelang waktu berbuka puasa.

Joshua mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada sesama, khususnya bagi masyarakat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan.

“Berbagi itu tidak mengenal batas agama, suku, maupun ras. Kita semua bersaudara. Saya berharap kegiatan ini dapat mempererat rasa kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat,” ujarnya kepada Mistar.

Dalam kegiatan itu, Joshua turut didampingi kedua orang tuanya, Teddy Robinson Siahaan dan Susi br Hasibuan. Kehadiran mereka menambah kehangatan suasana saat proses pembagian takjil kepada masyarakat.

Sejumlah remaja setempat juga terlihat antusias menyambut kegiatan tersebut. Mereka bahkan mengajak Joshua berfoto bersama sebagai bentuk apresiasi atas kepeduliannya.

Joshua mengaku memiliki kedekatan tersendiri dengan Kota Pematangsiantar. Meski lahir dan besar di Jakarta, ia merasa nyaman setiap berada di kota tersebut.

“Saya sangat mencintai Siantar. Di sini udaranya tenang, orang-orangnya ramah, dan suasananya sangat nyaman. Kota ini sudah seperti rumah kedua bagi saya,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan berbagi tersebut dapat menjadi contoh sederhana bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk saling membantu dan menjaga keharmonisan di tengah masyarakat. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN