Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Hari Bela Negara ke-77, Kapolres Simalungun: Rivalitas Geopolitik Jadi Tantangan Nyata

Mistar.idJumat, 19 Desember 2025 11.36
EH
AS
hari_bela_negara_ke77_kapolres_simalungun_rivalitas_geopolitik_jadi_tantangan_nyata_

Kapolres Simalungun, AKBP Marganda Aritonang. (Foto: Humas Polres Simalungun/Mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID

Polres Simalungun memperingati Hari Bela Negara ke-77 dengan upacara yang dipimpin Kapolres Simalungun, AKBP Marganda Aritonang di lapangan apel Mapolres Simalungun di Jalan John Horailam Saragih, Pamatang Raya, Jumat (19/12/2025).

Marganda mengatakan pentingnya meneguhkan komitmen menjaga keutuhan bangsa di tengah dinamika dunia yang penuh ketidakpastian.

"Setiap 19 Desember, kita mengenang berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia di Bukittinggi pada tahun 1948, ketika Agresi Militer II mengancam keberlangsungan Republik. Peristiwa itu menjadi bukti bahwa semangat bela negara mampu menjaga Indonesia tetap berdiri," ujarnya kepada Mistar pada Jumat (19/12/2025).

Ia juga mengingatkan bahwa ancaman terhadap negara kini tak lagi konvensional. Rivalitas geopolitik, krisis energi, disrupsi teknologi, hingga arus informasi yang mudah dimanipulasi menjadi tantangan nyata.

"Ancaman tersebut berbentuk perang siber, gerakan radikalisme, hingga bencana alam yang semakin sering terjadi," ucapnya.

Ia menjelaskan, khususnya pada peringatan tahun ini, Presiden menyoroti kondisi saudara-saudara di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang tengah diuji bencana alam. Ketiga wilayah ini memiliki peran sejarah luar biasa dalam perjalanan Indonesia.

"Dari Aceh, kita belajar tentang keteguhan. Dari Sumatra Utara, kita mengenang semangat juang rakyat Medan Area. Dan dari Sumatra Barat, khususnya Bukittinggi, lahir PDRI yang menyelamatkan republik dalam masa paling kritis," ucapnya.

Ia menambahka, momentum Hari Bela Negara ke-77 ini, hendaknya menjadi pengingat bahwa cinta tanah air harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

"Hadir membantu sesama yang tertimpa bencana, menjaga ruang digital dari hoaks, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, dan berkontribusi dalam pembangunan sesuai peran masing-masing," tuturnya. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN