Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Debu Tebal dan Jalan Berkerikil di Ringroad Nagahuta Ganggu Pengendara

Mistar.idSabtu, 4 April 2026 13.52
AN
AS
debu_tebal_dan_jalan_berkerikil_di_ringroad_nagahuta_ganggu_pengendara

Debu Jalan Ringroad di Kelurahan Nagahuta, Kecamatan Siantar Marimbun menghambat penglihatan pengendara. (Foto: Abdi/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Pengendara yang melintasi Jalan Ringroad di Kelurahan Nagahuta, Kecamatan Siantar Marimbun, Pematangsiantar, mengeluhkan kondisi jalan yang dipenuhi debu tebal dan kerikil lepas. Situasi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan karena jarak pandang menurun dan kendaraan rawan tergelincir, terutama saat volume lalu lintas meningkat di akhir pekan.

Pantauan wartawan di lokasi, Sabtu (4/4/2026) kondisi jalan yang masih berupa kerikil tajam bercampur tanah memicu polusi udara yang pekat setiap kali kendaraan melintas. Volume kendaraan yang meningkat drastis di hari libur membuat kawasan ini tampak seperti tertutup kabut cokelat yang membahayakan.

Kondisi jalan yang belum teraspal sempurna ini bukan sekadar masalah kenyamanan, melainkan sudah masuk ke ranah keselamatan. Debu tebal yang beterbangan mengakibatkan jarak pandang (visibilitas) pengendara, terutama roda dua, menurun drastis.

“Sangat terganggu. Jarak pandang cuma beberapa meter ke depan kalau ada mobil besar lewat. Kita harus berhenti atau pelan sekali karena debunya masuk ke helm dan bikin mata perih,” keluh Hesron, salah satu pengendara motor yang melintas.

Tak hanya masalah penglihatan, ancaman kesehatan pernapasan juga menjadi sorotan. Para pengendara menyayangkan lambatnya penanganan infrastruktur di jalur strategis ini, mengingat Ringroad Nagahuta merupakan akses penting bagi masyarakat.

Pengendara lainnya, Khairul Riski, mengatakan debu tanah yang sangat pekat mengganggu pernapasan (ISPA). Selain itu, material batu kerikil yang lepas (licin) membuat motor rawan tergelincir.

“Kerikil yang melontar berisiko merusak bodi kendaraan atau mengenai pengendara lain,” ucapnya.

Masyarakat berharap Pemerintah Kota Pematangsiantar segera mengambil tindakan nyata. “Jika belum memungkinkan untuk pengaspalan dalam waktu dekat, warga meminta adanya upaya penyiraman rutin atau pemadatan jalan guna meminimalisir debu yang beterbangan,” tutur Khairul. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN