Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

BPBD Simalungun Imbau Warga Waspada Hujan Ekstrem dan Ancaman Longsor Pekan Ini

Mistar.idSelasa, 9 Desember 2025 13.13
AN
IH
bpbd_simalungun_imbau_warga_waspada_hujan_ekstrem_dan_ancaman_longsor_pekan_ini

Banjir di ruas jalan Pematangsiantar-Saribudolok usai diguyur hujan beberapa waktu lalu. (Foto: Indra/Mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simalungun meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan resmi BMKG terkait potensi cuaca ekstrem pada 8-15 Desember 2025 di wilayah Sumatera Utara.

Peringatan tersebut disampaikan melalui rilis BMKG, yang menyebut adanya Bibit Siklon Tropis 91S di Samudera Hindia Barat Daya Lampung yang memicu pembentukan awan hujan intens di sejumlah daerah, termasuk Simalungun.

Kabid Kesiapsiagaan BPBD Simalungun, Victor Purba, menyampaikan sejumlah kecamatan di Simalungun masuk kategori rawan terdampak, terutama Girsang Sipangan Bolon, Silimahuta, Pematang Silimahuta, Haranggaol, Dolok Batu Nanggar, dan Tanah Jawa.

Menurutnya, wilayah tersebut memiliki kontur perbukitan dan berada di sekitar aliran sungai serta tebing rawan longsor. Pernyataan ini disampaikan Victor pada Selasa (9/12/2025) sebagai tindak lanjut dari peringatan BMKG.

“Kami mengimbau warga yang tinggal di dekat tebing dan bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan berlangsung beberapa hari ke depan. Jauhi wilayah aliran sungai saat hujan deras karena potensi banjir dan longsor meningkat,” ujar Victor Purba.

BMKG dalam rilis yang diterima menyebut cuaca ekstrem dipicu oleh kombinasi beberapa faktor atmosfer, termasuk aktifnya gelombang atmosfer, MJO, serta suhu muka laut hangat 29-30°C yang memperkuat pembentukan awan hujan.

Sejumlah kabupaten/kota di Sumut diprediksi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat selama periode 8-15 Desember, termasuk Simalungun, Karo, Samosir, Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Pematangsiantar.

Victor menambahkan, pihaknya telah menyiagakan personel dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta perangkat nagori untuk pemantauan lapangan, terutama di daerah yang sebelumnya pernah mengalami longsor. Ia mengimbau warga segera melapor jika melihat retakan tanah, aliran air keruh dari bukit, atau pohon-pohon mulai miring.

BPBD juga meminta masyarakat terus memantau informasi resmi dari BMKG serta menghindari penyebaran informasi yang tidak valid di media sosial. “Keselamatan warga adalah prioritas. Kami minta masyarakat tetap tenang, namun tidak lengah,” katanya.

Dengan meningkatnya dinamika cuaca menjelang pertengahan Desember ini, BPBD menekankan pentingnya kesiapsiagaan bersama untuk meminimalkan risiko bencana dan memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan aman. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN