Sunday, July 5, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Komet Langka C/2025 R3 PANSTARRS Datang dari Ujung Tata Surya, Baru Kembali 170.000 Tahun Lagi

Mistar.idRabu, 13 Mei 2026 pukul 07.30 WIB
komet_langka_c2025_r3_panstarrs_datang_dari_ujung_tata_surya_baru_kembali_170000_tahun_lagi

Ilustrasi komet. (Foto: Chris Schur/NASA Goddard Space Flight Center)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Astronom dunia tengah menyoroti kemunculan komet langka bernama C/2025 R3 PANSTARRS yang melintas di langit belahan Bumi utara dalam beberapa pekan terakhir. Komet tersebut diperkirakan berasal dari Awan Oort, kawasan misterius di tepi Tata Surya yang dipenuhi objek es purba.

Berbeda dengan Komet Halley yang muncul setiap 72 hingga 80 tahun, C/2025 R3 PANSTARRS termasuk komet periode panjang. Para ilmuwan memperkirakan komet ini baru akan kembali mendekati Matahari sekitar 170.000 tahun lagi.

Astronom menyebut kemunculan komet tersebut sebagai kesempatan langka untuk mempelajari material asli pembentuk Tata Surya. Benda langit seperti ini diyakini terbentuk sejak miliaran tahun lalu dan masih menyimpan komposisi awal dari masa pembentukan planet.

Menurut teori yang berkembang saat ini, objek-objek di Awan Oort merupakan sisa material pembentuk planet yang terdorong jauh dari Matahari ketika Tata Surya mulai terbentuk. Sebagian objek bahkan keluar dari Tata Surya, sementara lainnya tetap terperangkap di wilayah yang dipengaruhi gravitasi Matahari.

Para peneliti juga meyakini komet purba kemungkinan membawa air dan molekul organik ke Bumi muda, yang kemudian berperan dalam mendukung munculnya kehidupan.

Selain menjadi objek penelitian penting, komet periode panjang juga dianggap sangat spesial karena jarang terlihat manusia. Banyak di antaranya hanya muncul sekali dalam rentang sejarah peradaban manusia.

Astronom dari Observatorium Perth, Matt Woods, mengatakan komet seperti C/2025 R3 PANSTARRS merupakan “arsip beku sejarah kosmik” yang memberikan gambaran tentang kondisi awal Tata Surya.

Meski tampak samar saat diamati melalui teleskop, keberadaan komet ini dinilai sangat penting bagi penelitian astronomi modern. Ilmuwan juga mengingatkan bahwa interaksi gravitasi dengan planet-planet besar dapat mengubah orbit komet dan bahkan melemparkannya keluar dari Tata Surya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN