Daftar Nama Bos Teknologi yang Terseret Kasus Jeffrey Epstein

Jeffrey Epstein. (Foto: Netflix)
Jakarta, MISTAR.ID
Setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengungkap dokumen Epstein ke publik, banyak nama-nama tokoh, presiden, hingga selebriti yang terseret kasus tersebut.
Informasi terbaru menyebutkan sejumlah nama bos teknologi tercantum dalam dokumen Epstein. Mulai dari salah satu pendiri Google Sergey Brin, hingga pemilik X dan Tesla Elon Musk.
Meski nama-nama tersebut muncul dalam arsip, para tokoh yang bersangkutan secara tegas membantah keterlibatan dalam praktik pelecehan seksual yang dilakukan Epstein terhadap gadis di bawah umur dan perempuan muda.
Mengutip laporan PBS dan The New York Times, Rabu (4/2/2026), berikut sejumlah figur penting dunia teknologi yang namanya tercantum dalam dokumen tersebut:
Sergey Brin
Miliarder pendiri Google ini diketahui pernah merencanakan pertemuan dengan Epstein dan orang kepercayaannya, Ghislaine Maxwell, di rumah townhouse Epstein di New York. Rencana tersebut terjadi beberapa tahun sebelum Epstein secara terbuka dituduh melakukan kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur. Fakta ini terungkap melalui korespondensi email.
Dalam salah satu percakapan pada 2003, Maxwell mengundang Brin untuk menonton film Down with Love yang dibintangi Renée Zellweger. Beberapa minggu berselang, Maxwell kembali mengajaknya makan malam santai di kediaman Epstein. Brin bahkan sempat menawarkan untuk mengajak CEO Google saat itu, Eric Schmidt.
Baca Juga: Kronologi Lengkap Kasus Jeffrey Epstein: Skandal Seks, Vonis Maxwell, hingga Epstein Files
Elon Musk
Pendiri Tesla dan pemilik X juga muncul beberapa kali dalam arsip Epstein, khususnya dalam pertukaran email pada 2012 dan 2013 yang menyinggung rencana kunjungan ke pulau pribadi Epstein di Karibia. Namun, tidak ada kepastian apakah kunjungan tersebut benar-benar terjadi.
Musk menegaskan bahwa dirinya berulang kali menolak ajakan Epstein. Dalam unggahan di platform X pada 2025, ia menyatakan bahwa ia menolak undangan untuk mengunjungi pulau tersebut.
Richard Branson
Pendiri Virgin Group tercatat melakukan korespondensi email dengan Epstein. Dalam salah satu email pada 2013, Branson mengundang Epstein untuk berkunjung ke pulau pribadinya di Karibia, yang kerap menjadi lokasi konferensi, kegiatan amal, dan pertemuan bisnis.
Dalam pesan lain pada tahun yang sama, Branson bahkan menyarankan Epstein untuk memperbaiki citranya dengan melibatkan pendiri Microsoft, Bill Gates, agar menyampaikan kepada publik bahwa Epstein telah berubah dan tidak lagi melakukan tindakan melanggar hukum.
Virgin Group menegaskan bahwa Branson tidak melakukan pelanggaran apa pun. Perusahaan menyatakan seluruh interaksi dengan Epstein terjadi dalam konteks bisnis atau pertemuan kelompok dan berlangsung lebih dari satu dekade lalu. Branson juga disebut menolak sumbangan amal dari Epstein serta memutuskan hubungan setelah mengetahui adanya tuduhan serius.
Bill Gates
Nama pendiri Microsoft ini juga muncul dalam catatan yang ditulis Epstein pada 2013. Catatan tersebut memuat tuduhan hubungan di luar pernikahan. Dalam salah satu email, Epstein bahkan mengkritik Gates karena dianggap memutus hubungan pertemanan.
Perwakilan Bill Gates menepis tuduhan tersebut dan menyebutnya tidak berdasar serta sepenuhnya tidak benar.
Kasus kejahatan seksual Epstein pertama kali mencuat pada 2005, setelah muncul laporan pelecehan terhadap seorang remaja perempuan berusia 14 tahun. Epstein kemudian mengaku bersalah dan dijatuhi hukuman penjara selama 13 tahun.
Namun, pada Juli 2019, ia kembali ditangkap atas tuduhan yang lebih berat, yakni perdagangan seks anak yang terjadi pada periode 2002–2005. Epstein meninggal dunia di sel tahanannya pada Agustus 2019, yang secara resmi dinyatakan sebagai bunuh diri. (hm20)












