Bangkai Kapal Tertua di Dunia Ditemukan

Bangkai Kapal Endurance. (Foto: TimesLIVE)
Kekova, MISTAR.ID – Bangkai kapal yang diperkirakan berusia hingga 4.700 tahun ditemukan di kedalaman sekitar 30 meter di perairan dekat Pulau Kekova, lepas pantai selatan Turki.
Temuan yang diklaim sebagai bangkai kapal tertua di dunia itu membawa sejumlah artefak yang membuka petunjuk mengenai aktivitas pelayaran dan perdagangan kuno di kawasan Mediterania.
Salah satu artefak yang menarik perhatian peneliti adalah wadah penyimpanan kuno bernama amfora. Beberapa wadah diperkirakan digunakan untuk mengangkut minyak zaitun dan anggur, sementara satu amfora memiliki bentuk berbeda dengan tanda khusus serta dua lubang pada bagian badannya.
Para arkeolog menduga wadah tersebut digunakan untuk mengolah susu menjadi keju atau mentega. Dugaan ini juga memunculkan kemungkinan bahwa pelaut pada masa itu membawa kambing dalam perjalanan untuk mendapatkan susu dan mengolahnya menjadi bahan makanan.
Penggalian bangkai kapal dipimpin oleh profesor Universitas Akdeniz di Antalya, Hakan Öniz. Sedangkan Kementerian Kebudayaan Turki menyebut amfora-amfora yang ditemukan diperkirakan berasal dari periode 4.400 hingga 4.700 tahun lalu.
Awalnya Dikira Berasal dari Periode Lebih Muda
Bangkai kapal tersebut sebenarnya telah ditemukan sekitar empat tahun sebelum penelitian terbaru dilakukan. Namun, tim arkeolog awalnya memperkirakan amfora yang ditemukan berasal dari periode yang jauh lebih muda.
Perubahan dugaan terjadi setelah Öniz membaca publikasi mengenai temuan amfora di sekitar piramida Giza, Mesir. Piramida tersebut diperkirakan dibangun pada periode yang berdekatan dengan masa tenggelamnya kapal di perairan Turki.
"Benda-benda ini menyerupai amfora yang ada di bangkai kapal kami," kata Öniz, dilansir dari CNN, Sabtu (17/10/2026).
Kesamaan bentuk artefak itu mendorong tim kembali menyelam untuk memeriksa lokasi bangkai kapal. Mereka kemudian mengundang Karin Sowada, arkeolog asal Australia yang memiliki keahlian dalam penelitian amfora, untuk meninjau lokasi dan menganalisis temuan.
"Kami mencapai kesepakatan dan melanjutkan dengan analisis lebih mendalam," ujar Öniz.
Hasil pemeriksaan membuat tim semakin yakin bahwa kapal tersebut berasal dari masa yang sangat tua.
"Bukan hanya amfora; jangkar dan artefak lain yang ditemukan di lokasi bangkai kapal tersebut juga merujuk pada abad yang sama," katanya.
Diduga Terhubung dengan Jaringan Perdagangan Mediterania
Penelitian tidak hanya berfokus pada usia kapal, tetapi juga asal muatan yang ditemukan di dalamnya. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, menyebut amfora-amfora tersebut kemungkinan diperdagangkan di sejumlah wilayah Mediterania Timur.
"Analisis tanah liat menunjukkan bahwa amfora-amfora tersebut kemungkinan besar diproduksi di bengkel-bengkel di Lembah Yordan," kata Ersoy.
Menurut dia, artefak dengan karakteristik serupa juga ditemukan di Mesir, Troya, dan Kreta. Kesamaan tersebut menjadi petunjuk adanya hubungan perdagangan antarkawasan melalui jalur laut.
"Fakta bahwa temuan serupa juga ditemukan di Mesir, Troya, dan Kreta sangatlah penting untuk memahami jaringan perdagangan yang menghubungkan berbagai wilayah geografis melalui jalur laut," ujarnya.
Berdasarkan temuan tersebut, para peneliti memperkirakan kapal itu sedang berlayar dari kawasan pesisir Levant menuju Troya atau Kreta sebelum akhirnya tenggelam. Levant merupakan wilayah di Mediterania Timur yang membentang dari sekitar Turki di utara hingga Mesir di selatan. (cnn)
PREVIOUS ARTICLE
Apple Hadirkan HomePod Mini 2 dengan Siri AI










































